ilustrasi imunisasi polio (dok. Kemenkes)
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Jateng, Ema Rachmawati berkata adanya sub PIN polio putaran kedua jadi ikhtiar untuk mencegah sebaran penyakit polio. Apalagi menurutnya kasus penularan polio telah menjadi kejadian luar biasa (KLB).
"Satu kasus polio ini dianggap kejadian luar biasa. Maka, penting bagi kita semua, yang miliki anak di bawah lima tahun tidak lupa memberikan imunisasi, baik polio, BCG, dan seterusnya," akunya.
Ema mengungkapkan, orang tua di Jateng antuasias membawa anak mereka ke posyandu atau layanan kesehatan, untuk divaksin. Ini terbukti dengan capaian imunisasi polio putaran pertama (15 Januari 2024), mencapai 100,5 persen dari 3,9 juta sasaran anak, yang wajib diimunisasi.
Ema menambahkan, imunisasi polio juga ikhtiar mencegah stunting. Hal itu berkaitan karena imunisasi berperan menjaga daya tahan anak terhadap penyakit. Dengan imun kuat, pertumbuhan anak diharapkan optimal.