Semarang, IDN Times - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta camat dan lurah untuk mengaktifkan kembali Siaga Corona. Hal ini karena di Ibu Kota Jawa Tengah ditemukan tiga kasus positif COVID-19.
Camat dan Lurah di Semarang Diminta Kembali Aktifkan Siaga COVID-19

1. Pemkot kembali bentuk Satgas COVID-19
Berkaca dari pengalaman masa pandemik beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Semarang memberlakukan kembali Standar Operasional (SOP) Protokol Kesehatan COVID-19.
"Dengan ditemukannya kembali kasus positif COVID-19 di Kota Semarang, langkah konkret kami adalah dengan membentuk tim Satgas COVID-19. Kepala Dinas dan Asisten II akan menyiapkan tim Satgas COVID-19 sesuai tupoksinya," ungkapnya, Senin (11/12/2023).
Kemudian, Dinas Kesehatan juga akan memulai tracking. Upaya ini untuk menindaklanjuti ada tiga kasus aktif COVID-19 di Kota Semarang. Termasuk kesiapan rumah sakit untuk menampung rujukan dan perawatan pasien COVID-19.
2. Tugaskan Satpol PP yustisi di wilayah positif COVID-19
Tak hanya itu, perempuan yang akrab disapa Ita ini menugaskan Satpol PP untuk melakukan yustisi atau gerakan pencegahan di wilayah yang sedang ada peningkatan kasus COVID-19 seperti di Sendangmulyo, Mijen, dan Banyumanik.
"Dinas Pendidikan, kami minta memberikan imbauan protokol kesehatan. Dinas Sosial dan BPBD kami minta menyiapkan relawan termasuk bantuan bantuan sosial jika dibutuhkan seperti jamu, sembako, dan sebagainya," imbuhnya.
Selanjutnya, Bagian Tata Pemerintah (Tapem) dan DP3A serta kecamatan dan kelurahan diminta mengaktifkan Kampung Siaga Candi Hebat. Lalu, posko yang masih ada akan dihidupkan lagi.
3. Masyarakat diminta tertib prokes
‘’Selain itu, masyarakat juga akan kembali diedukasi secara masif. Jadi pasca pandemik ini, perawatan COVID-19 sudah tidak ditanggung negara tapi melalui BPJS Kesehatan. Masyarakat kami minta mengecek kembali BPJS-nya. Bagi warga Kota Semarang yang belum memiliki bisa melalui mengurus dan mengajukan UHC. Agar nantinya jika terjadi apa-apa bisa mengantisipasi," jelas Ita.
Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak panik, karena Pemkot Semarang terus berupaya melakukan langkah terbaik.
"Masyarakat bisa menghubungi call center 112 jika membutuhkan informasi dan memiliki pertanyaan seputar kesehatan. Masyarakat tidak perlu panik, karena pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi. Kami hanya minta agar masyarakat kembali menjalankan protokol kesehatan, menjaga kesehatan dan memakai masker. Bagi yang belum booster, Selasa ini bisa menghubungi ke Puskesmas terdekat untuk suntik vaksin booster," tandasnya.