Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Cepat Urus Santunan Kematian di Semarang, Bisa Pakai E-SANKEM
Pemerintah Kota Semarang meluncurkan aplikasi digital E-SANKEM (Elektronik Santunan Kematian) yang memudahkan masyarakat mengurus santunan kematian secara lebih cepat, praktis, dan transparan. (dok. Pemkot Semarang)
  • Pemerintah Kota Semarang meluncurkan aplikasi E-SANKEM untuk mempermudah pengurusan santunan kematian secara digital, cepat, dan transparan bagi warga yang sedang berduka.
  • E-SANKEM memungkinkan pengajuan santunan dilakukan secara elektronik dengan proses real time, sehingga masyarakat dapat memantau tahapan layanan tanpa birokrasi panjang.
  • Peluncuran E-SANKEM disertai penyaluran bantuan kepada 1.000 anak yatim oleh Pemkot Semarang dan Yayasan Al Fatihah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Pemerintah Kota Semarang meluncurkan E-SANKEM (Elektronik Santunan Kematian). Aplikasi ini memudahkan masyarakat mengurus santunan kematian secara lebih cepat, praktis, dan transparan.

Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan bersamaan dengan penyaluran santunan kepada 1.000 anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang diselenggarakan Dinas Sosial Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, inovasi digital harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Saat keluarga sedang berduka, mereka seharusnya tidak dibebani proses birokrasi yang panjang dan berbelit. Pemerintah harus hadir membantu, mempermudah, dan memberikan pelayanan yang cepat sehingga masyarakat dapat fokus mendampingi keluarganya,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Lalu, apa saja manfaat aplikasi E-SANKEM bagi masyarakat Kota Semarang? Berikut ulasannya.

1. Pengajuan santunan kematian kini bisa dilakukan secara elektronik

Pemerintah Kota Semarang meluncurkan aplikasi digital E-SANKEM (Elektronik Santunan Kematian) yang memudahkan masyarakat mengurus santunan kematian secara lebih cepat, praktis, dan transparan. (dok. Pemkot Semarang)

Melalui E-SANKEM, proses pengajuan santunan kematian yang sebelumnya dilakukan secara manual kini beralih ke sistem digital.

Warga tidak lagi harus melalui proses administrasi yang panjang karena seluruh tahapan pengajuan dapat dilakukan secara elektronik.

2. Pelayanan menjadi lebih cepat

Pemkot Semarang menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang diselenggarakan Dinas Sosial Kota Semarang di sela peluncuran aplikasi pengurusan santunan kematian E-SANKEM. (dok. Pemkot Semarang)

Digitalisasi layanan membuat proses administrasi dapat diproses lebih efisien dibandingkan mekanisme sebelumnya.

Hal ini penting karena keluarga yang baru kehilangan anggota keluarga membutuhkan pelayanan yang sigap tanpa harus direpotkan oleh prosedur yang berbelit.

3. Proses lebih transparan dan mudah dipantau

Ilustrasi santunan (Dok. Istimewa)

E-SANKEM dirancang sebagai sistem yang terintegrasi sehingga proses pengajuan santunan dapat dipantau secara real time.

Dengan begitu, masyarakat memperoleh kepastian mengenai tahapan layanan yang sedang berjalan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik.

4. Meringankan beban keluarga yang sedang berduka

Pemkot Semarang menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang diselenggarakan Dinas Sosial Kota Semarang di sela peluncuran aplikasi pengurusan santunan kematian E-SANKEM. (dok. Pemkot Semarang)

Peluncuran aplikasi ini bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi juga menjadi bentuk empati pemerintah kepada masyarakat.

Menurut Agustina, saat keluarga sedang berduka, pemerintah harus hadir memberikan kemudahan pelayanan agar warga dapat lebih fokus mendampingi keluarga dan menyelesaikan proses pemakaman.

5. Bukti transformasi pelayanan publik yang lebih humanis

ilustrasi santunan (pexels.com/cottonbro studio)

E-SANKEM menjadi salah satu inovasi digital Pemerintah Kota Semarang yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga pada pelayanan yang lebih manusiawi.

Transformasi digital, menurut Agustina, harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya kelompok yang sedang menghadapi kondisi sulit.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Semarang bersama Yayasan Al Fatihah menyalurkan bantuan kepada 1.000 anak yatim, piatu, dan yatim piatu dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Bantuan yang diberikan berupa uang saku, paket sembako, dan buku iqra’.

“Kita ingin anak-anak ini tetap percaya bahwa masa depan mereka cerah. Tugas kita bersama, pemerintah dan masyarakat, adalah memastikan mereka mendapatkan dukungan, kasih sayang, serta kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik,” tandasnya.

Editorial Team

Related Article