Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Mengusir Kutu Beras dengan Daun Alami Tanpa Dijemur
ilustrasi beras (unsplash.com/Pierre Bamin)
  • Kutu beras muncul karena telur yang sudah ada sejak panen menetas lebih cepat saat cuaca hangat dan lembap, bukan akibat faktor cuaca ekstrem semata.
  • Tiga daun alami seperti daun salam, jeruk purut, dan pandan efektif mengusir kutu beras berkat aroma kuat yang tidak disukai serangga.
  • Pencegahan dilakukan dengan menyimpan beras dalam wadah kedap udara, menjaga kondisi tetap kering, serta memanfaatkan suhu kulkas untuk membunuh telur hama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kemunculan kutu beras (Sitophilus oryzae) secara tiba-tiba sering kali dikaitkan dengan cuaca ekstrem yang "ajaib". Anggapan itu kurang tepat karena telur kutu beras umumnya sudah berada di dalam butiran beras sejak masa panen atau saat penyimpanan di gudang.

Ketika cuaca berubah menjadi hangat dan lembap, telur-telur tersebut akan menetas lebih cepat.

Untuk mengatasi masalah itu, menjemur beras di bawah terik matahari bukan satu-satunya solusi. Penggunaan dedaunan beraroma kuat terbukti efektif sebagai pengusir (repelen) alami yang sangat dibenci oleh serangga.

Berikut adalah jenis daun yang efektif untuk mengusir hama dari tempat penyimpanan beras.

1. Tiga jenis daun pengusir kutu beras

ilustrasi daun pandan (unsplash.com/Redicul Pict)

  • Daun Salam (Bay Leaf)

    • Masukkan 3 hingga 5 lembar daun salam segar maupun kering langsung ke dalam wadah atau karung beras. Aroma wangi yang tajam bagi manusia ini rupanya sangat menyengat bagi kutu, sehingga memaksanya keluar.

  • Daun Jeruk Purut atau Nipis

    • Senyawa minyak atsiri pada daun ini menghasilkan aroma sitrus kuat yang mampu mengacaukan indra penciuman serangga. Robek atau remas sedikit beberapa lembar daun agar aromanya keluar, lalu sebar di atas tumpukan beras.

  • Daun Pandan

    • Iris atau ikat beberapa lembar daun pandan segar sebelum diletakkan ke dalam tempat penyimpanan. Selain mengusir hama, bahan alami ini akan memberikan efek wangi pada nasi saat dimasak nanti.

2. Bahan dapur alternatif

ilustrasi cengkeh (pexels.com/Afif Ramdhasuma)

Jika tidak memiliki dedaunan di atas, beberapa bumbu dapur berikut memiliki fungsi serupa untuk menyingkirkan hama:

  • Cabai Merah Kering

    • Masukkan 3 hingga 5 buah cabai merah kering. Sifat panas dan aromanya memicu kutu keluar dengan sendirinya.

  • Bawang Putih

    • Senyawa sulfur di dalam bawang putih sangat ampuh mengusir serangga. Letakkan beberapa siung bawang putih di dalam tumpukan beras.

  • Cengkih

    • Taburkan beberapa butir cengkih ke dalam wadah untuk menghasilkan aroma rempah pekat yang tidak disukai serangga.

3. Langkah mencegah kutu datang kembali

Kutu beras di dalam beras (commons.wikimedia.org/Hamid Soufi)

Setelah beras bersih dari serangga, lakukan langkah pencegahan ekstra agar telur atau hama baru tidak kembali bersarang:

  • Gunakan Wadah Kedap Udara

    • Pindahkan persediaan bahan pokok dari karung ke dalam wadah berbahan plastik atau kaca yang bisa ditutup sangat rapat.

  • Jaga Kondisi Tetap Kering

    • Serangga tersebut sangat menyukai area lembap. Pastikan tempat penyimpanan benar-benar dalam keadaan kering sebelum diisi.

  • Manfaatkan Suhu Kulkas

    • Jika ukuran tempat penyimpanan cukup kecil, masukkan beras ke dalam kulkas selama 1 hingga 2 minggu. Suhu dingin berfungsi untuk membunuh semua telur yang belum sempat menetas.

Merawat kualitas bahan pokok membutuhkan ketelitian dalam proses penyimpanannya. Terapkan metode alami yang praktis tadi di dapur rumah agar persediaan beras selalu bersih, bebas dari serangan hama, dan aman dikonsumsi setiap hari.

Editorial Team