Purwokerto, IDN Times - Kasus yang membuat gempar di kota Purwokerto, Banyumas di Bank Mandiri Taspen bukan pinjaman biasa. Pelaku berinisial D datang dengan tawaran manis pinjam besar, tapi sebagian uang tak perlu dipakai, cukup disimpan di bank, dan setiap bulan dapat "royalti" jutaan rupiah.
Bagi pensiunan yang hidupnya pas-pasan, iming-iming itu terdengar seperti mimpi. Nyatanya, mimpi itu berubah jadi mimpi buruk. Sejumlah pensiunan di Banyumas kini menjadi korban dugaan praktik penipuan berkedok program kredit di Bank Mandiri Taspen Purwokerto. D diduga memanfaatkan jabatannya untuk menawarkan skema fiktif yang tak ada dalam produk resmi bank.
