Sesi press conference jelang konser Slank di Purwokerto. (IDN Times/Dok HS Group)
Basis Slank Ivanka menjelaskan Slankerspreneur jadi salah satu wadah Slankers yang tertarik wirausaha. Itu disebutnya sebagai gerakan tidak terstruktur.
“Slankers ini sudah membersamai lebih dari 30 tahun, saat ini usianya sudah dewasa, sudah punya anak, punya tanggung jawab. Tercetuslah ide ini, mereka berkreasi sesuai bakatnya masing-masing. Slankerspreneur gerakan tidak terstruktur, tapi mereka bisa merasakan support dari HS. Belum pernah ada, konser-konser dengan rangkaian panjang, yang Slankersnya disupport sponsor, selain HS ini,” jelas Ivanka yang juga hadir di sesi jumpa pers.
Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji alias Kaka, menyebut Suryo memang selalu banyak ide dan inovasi. “Jadi wajar aja kalau tiga tahun HS seperti ini. Banyak orang yang sudah terekrut, semoga Pak Haji Suryo selalu sehat badan dan pikirannya, jadi semakin banyak yang merasakan manfaatnya,” jelas Kaka.
Bimbim, menyebut Slank sudah belasan tahun tidak menyambangi Purwokerto. Dia mengenang, terakhir manggung di Purwokerto saat anaknya yang bernama Tallulah Alami masih dua tahun. Hari ini, Tallulah usianya sudah 20 tahun.
“Jadi sudah 18 tahun,” cerita drummer Slank ini.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyebut konser ini gebrakan luar biasa di Banyumas khususnya Purwokerto.
“HS masuk ke Purwokerto langsung membawa Slank. Biasanya kecil-kecil yang dibawa, ini yang dibawa langsung Slank, langsung ‘gajah’. Sejak saya jadi bupati, tahun 2024, minimal ada 1 kali event tiap bulan, event apapun,” kata Sadewo.
Sementara itu, sebelum pentas, akan ada riding Slank bersama ratusan pemotor khususnya Paguyuban Sekuteris Banyumas Raya (Paseban Raya). Mengambil titik Jembatan Gerilya Soedirman dan finish di venue GOR Satria.
Line up artist konser itu; Polkadots (Purwokerto), FSTVLST (Yogyakarta), Karnamereka (Yogyakarta), Afterskema (Yogyakarta), Preman Disco (Bandung), Souljah (Jakarta) dan Slank.