Semarang, IDN Times - Sejumlah pemudik yang melintasi ruas Tol Semarang-Solo diminta mewaspadai jalur tanjakan dan jalan dengan kontur berkelok-kelok terutama saat diguyur hujan deras.
Dirut Trans Marga Jateng (TMJ) Prajudi mengungkapkan walaupun tidak ada kerawanan yang signifikan di ruas Tol Semarang-Solo, akan tetapi pengguna jalan perlu meningkatkan kehati-hatian terhadap sejumlah medan jalan yang berkelok-kelok dan tanjakan yang terjal.
"Kontur jalan tol ini kan memiliki kemiringan yang tinggi. Mulai tanjakan yang berkelok-kelok. Sehingga memang butuh kehati-hatian yang tinggi," tutur Prajudi kepada IDN Times, Jumat (13/3/2026).
Mesju begitu, pihaknya menyarankan kepada pengguna jalan juga tidak perlu meningkatkan kecepatan kendaraan saat hujan deras melanda Tol Semarang-Solo. Sebab genangan air hujan yang ada di jalan tole beresiko membuat ban mobil tergelincir.
"Maka kami minta jangan berlebihan ketika memacu kecepatan," paparnya.
Lebih jauh lagi, ia bilang dibanding ruas tol lainnya di lajur seksi Semarang menjadi perhatian pihaknya karena menjadi titik lelah para pemudik.
Bagi pemudik yang merasa kecapekan berkendara, katanya sebaiknya menepi ke rest area untuk beristirahat bersama keluarga.
"Di Semarang jadi titik lelah pemudik. Nah, bagi pengguna jalan jangan lihat jaraknya, mengendarai kelihatan capek, langsung istirahat di rest area. Di Tol Semarang-Solo ada empat rest area yang tersedia," jelasnya.
Selama arus mudik 2026, pihaknya memastikan tidak ada diskon tiket. Sebagai gantinya, pihaknya mengoptimalkan layanan di gerbang Tol Semarang-Solo, Tol Bawen, Tol Salatiga.
Pihaknya juga menambah personel untuk layanan top-up, menambah gardu induk dan fasilitas pendukung lainnya.
