Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Debu Ngebul? Trik Bersihkan Kipas Angin Tanpa Dibongkar Pakai Kantong Plastik

Debu Ngebul? Trik Bersihkan Kipas Angin Tanpa Dibongkar Pakai Kantong Plastik
Wakil ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Jepara, Deny Ana I'tikafia mematikan kipas angin di rumahnya. (IDN Times/Dhana Kencana)
Intinya Sih
  • Musim kemarau bikin kipas angin cepat kotor dan bisa menyebarkan debu serta kuman kalau tidak dibersihkan.
  • Ada trik bersihkan kipas tanpa bongkar, cukup pakai cairan racikan dari baking soda, sabun cuci piring, dan air hangat.
  • Kipas disemprot cairan lalu dibungkus plastik besar, dinyalakan 5 menit agar debu rontok dan menempel di plastik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Memasuki puncak musim kemarau, masalah klasik yang sering mampir di rumah adalah debu yang mengebul di mana-mana, Lur. Udara yang panas bikin kita terpaksa menyalakan kipas angin seharian penuh. Imbasnya, baling-baling dan jaring kipas angin jadi cepat banget kotor dan dipenuhi gumpalan debu hitam.

Kalau kipas angin dibiarkan kotor, angin yang dihasilkan justru jadi tidak terasa dingin dan malah bisa menyebarkan kuman serta memicu alergi bersin-bersin. Mau membersihkan tapi malas membongkar bautnya yang ribet?

Tenang, jangan malas dulu! Ada trik super praktis membersihkan kipas angin dalam waktu 5 menit tanpa perlu dibongkar sama sekali, cuma modal cairan pembersih racikan dan kantong plastik besar. Yuk, intip rahasianya berikut ini, Lur!

1. Siapkan Alat dan Bahan Racikan Pembersihnya

ilustrasi semprotan pembersih
ilustrasi semprotan pembersih (unsplash.com/Spruce Refillable Cleaning)

Sebelum eksekusi, kamu tidak perlu membeli alat-alat mahal. Cukup buka lemari dapur dan siapkan beberapa bahan sederhana ini:

Semprotan air (botol bekas parfum atau pelicin pakaian yang sudah dicuci bersih).

  • Setengah gelas air hangat.
  • 3 sendok makan baking soda (ampuh merontokkan kerak debu).
  • 2 sendok makan sabun cuci piring cair.
  • 1 sendok makan cuka putih (opsional, untuk kilap maksimal).
  • Kantong plastik besar (bisa pakai plastik sampah/trash bag) yang muat membungkus kepala kipas angin.
  • Campurkan air hangat, baking soda, sabun cuci piring, dan cuka ke dalam botol semprot, lalu kocok hingga larut sempurna.

2. Semprotkan Cairan ke Baling-Baling Kipas

ilustrasi wanita dan kipas angin
ilustrasi wanita dan kipas angin (pexels.com/cottonbro studio)

Langkah pertama, pastikan kabel kipas angin sudah dicabut dari stopkontak demi keamanan ya, Lur!

Semprotkan cairan racikan tadi secara merata ke bagian jaring-jaring pelindung dan baling-baling kipas angin yang berdebu. Semprotkan secukupnya saja hingga debu terlihat basah dan agak melunak.

3. Bungkus Kepala Kipas dengan Kantong Plastik

ilustrasi kipas angin
ilustrasi kipas angin (pexels.com/Dương Nhân)

Setelah disemprot merata, ambil kantong plastik besar yang sudah disiapkan tadi. Bungkus seluruh bagian kepala kipas angin (jaring-jaringnya) dengan plastik tersebut.

Pastikan seluruh bagian kepala tertutup rapat dan ikat longgar bagian bawah plastik di leher kipas angin agar plastik tidak terbang saat kipas dinyalakan.

4. Nyalakan Kipas dengan Kecepatan Maksimum

Menyalakan kipas angin
Ilustrasi menyalakan kipas angin (freepik.com)

Sekarang, colokkan kembali kabel kipas angin ke stopkontak. Nyalakan kipas angin dan langsung atur ke kecepatan tertinggi (nomor 3) selama kurang lebih 5 menit.

Gaya sentrifugal dari putaran kencang baling-baling yang basah akan merontokkan seluruh debu dan kotoran. Hebatnya, karena kepala kipas dibungkus plastik, debu-debu tersebut akan langsung terbang dan menempel di dinding plastik, bukannya mengotori lantai atau ruangan kamarmu!

Setelah 5 menit, matikan kipas, lepas kantong plastiknya, dan lihat hasilnya. Debu-debu hitam dijamin rontok berserakan di dalam plastik dan kipas anginmu kembali bersih seperti baru tanpa perlu repot pegang obeng.

Praktis dan antipusing banget, kan? Selamat mencoba trik ini di rumah biar kamarmu bebas gerah dan bebas debu selama musim kemarau, Lur!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More