Ilustrasi gempa bumi. (IDN Times/Arief Rahmat)
Dikatakan gempa megathrust karena menurut Heri resiko kerusakan bangunannya cukup besar.
Gempa dengan kekuatan 6,0 magnitudo misalnya dirasakan dengan benda berjatuhan, dinding bangunan retak, orang-orang kaget, atap rumah dan cerobong asap yang bergoyang-goyang.
Kemudian ia mencontohkan gempa berkekuatan 7,0 magnitudo dirasakan dengan orang-orang keluar rumah menjauhi bangunan rusak, benda berjatuhan. Lalu gempa berkekuatan 8 magnitudo dirasakan dengan radius 7 MMI yang mana cerobong asap terlepas, bangunan terhempas dari pondasinya dan orang berlarian menyelamatkan diri.
Akan tetapi Heri menyarankan kepada masyarakat Pansela maupun wilayah lainnya agar senantiasa tetap tenang, tidak panik karena potensi gempa megathrust tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi.
"Kami harapkan dan mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak perlu khawatir berlebihan. Karena kapan waktunya terjadi itu kita tidak pernah bisa memprediksinya. Jadi sebaiknya tetap beraktifitas seperti biasa sambil waspada," terangnya.