Semarang, IDN Times - Banjir bandang yang membawa material pepohonan dalam jumlah besar melanda Desa Penakir Kecamatan Pulosari Pemalang. Sejumlah rumah di bantaran Kali Penakir tampak rusak akibat terjangan banjir. Selain itu, meterial berupa kayu yang ikut hanyut, memperparah rumah terdampak.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau lokasi terparah dampak banjir bandang di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari.
Di lokasi banjir, ia melihat adanya pohon-pohon yang tergerus banjir bandang dalam kondisi akar masih segar. Hal tersebut mengindikasikan pohon tersebut tercabut murni akibat kuatnya arus banjir.
"Kalau melihat akarnya masih segar, itu karena tergerus derasnya arus," katanya, Senin (26/1/2026).
Selain itu, Gus Yasin mengingatkan tahun 2017 Desa Penakir pernah mengalami kebakaran besar, sehingga material sisa kebakaran yang belum dibersihkan kemungkinan turut terbawa arus.
Untuk memastikan penyebab secara komprehensif, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan lebih lanjut. Namun, kondisi cuaca yang masih mendung dan gelap membuat pemantauan menggunakan drone maupun pengawas lapangan belum memungkinkan.
“Dalam waktu dekat ini kita coba nanti kita lihat situasi, karena situasinya masih mendung, masih gelap,” katanya.
Melihat kondisi itu, Gus Yasin akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar kawasan hutan lindung benar-benar diperkuat dan mendapat perhatian serius.
Ia menilai, momentum bencana ini seharusnya dimanfaatkan untuk menyatukan langkah lintas daerah, khususnya lima kabupaten di sekitar kawasan hulu Gunung Slamet, agar bersama-sama mengajukan penguatan status dan pengelolaan hutan lindung.
“Nah, momen ini sebenarnya pas untuk bagaimana menyatukan dari lima kabupaten ini untuk berbicara bersama-sama, mengirim bersama-sama berkasnya untuk hutan lindung benar-benar harus kita kuatkan," jelasnya.
