Di Solo Ditemukan Kantor Khilafatul Muslimin, Lokasi di Laweyan

Surakarta, IDN Times - Ditangkapnya pimpinan Khalifatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja oleh personel Direkrorat Reserse Kriminal Umum (Dit Krimum) Polda Metro Jaya, ternyata berimbas disejumlah daerah. Di Kota Solo ternyata juga ditemukan kantor cabang Khalifatul Muslimin.
1. Kantor dalam keadaan sepi

Kantor cabang Khalifatul Muslimin tersebut ditemukan di Kelurahan Karangasem RT 01 RW 9 Gang Sawo 4 No. 8, Kecamatan Laweyan. Namun saat didatangi di lokasi kantor tersebut tampak tak sepi. Bahkan kantor tersebut memanfaatkan rumah tinggal yang berbaur dengan rumah warga lainnya.
Di bagian depan terpasang dua papan nama dengan tulisan dan ukuran berbeda. Papan nama atas sedikit lebih besar bertuliskan Khilafatul Muslimin Ummul Quro Solo Kota.
Sedangkan papan nama berwarna dasar putih dibawahnya bertuliskan Khilafatul Muslimin Kemas'ulan Laweyan.
2. Kantor dihuni oleh warga.

Salah seorang warga yang juga RT setempat, Nanik mengatakan jika rumah tersebut merupakan rumah tinggal warga yang akrab disapa Jemblong. Sehari-hari pemilik rumah bekerja sebagai penjual tahu putih keliling. Dia tinggal bersama seorang istri dan lima orang anak.
“Kantor ini rumah tinggal milik salah warga yang biasa dipanggil Jemblong. Sehari-hari berjualan sebagai penjual tahu putih keliling," ujarnya.
Jemblong sendiri merupakan warga asli Kelurahan Karangasem. Rumah yang ditempatinya merupakan warisan dari kedua orangtuanya.
"Papan nama itu sudah lama dipasang di situ. Tapi saya tidak tahu kapan pastinya," ungkapnya.
Nanik mengatakan sekitar sepekan lalu sang pemilik rumah sempat meminta izin akan menggelar pengajian. Akan tetapi, pihaknya tidak memantau lebih lanjut pengajian yang diselenggarakan tersebut.
"Minggu lalu izin mau menggelar pengajian, pukul 20.00 WIB, tapi saya kurang tahu jadi apa nggak," pungkasnya.
3. Akan ada tindakan khusus.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengaku akan ada tindakan khusus dari aparat TNI, POLRI, dan Kementerian Agama (Kemenag) dalam rangka mengantisipasi kegiatan yang ada di lokasi tersebut.
"Nanti kami lakukan komunikasi lintas, ada timnya khusus yang akan menanganinya," pungkas Teguh.



















