Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Diduga Langgar HAM, Mahasiswa Semarang Ramai-ramai Usir Moeldoko dan Hendi

Diduga Langgar HAM, Mahasiswa Semarang Ramai-ramai Usir Moeldoko dan Hendi
Moeldoko saat ditolak oleh mahasiswa yang menggelar aksi Kamisan di depan Mal Paragon Semarang. (Screenshot video aksi Kamisan Semarang)
Share Article

Semarang, IDN Times - Penyelenggaraan Festival HAM Nasional di Kota Semarang diwarnai aksi protes yang digelar berbagai unsur mahasiswa yang datang dari segala penjuru Ibukota Jateng.

Mereka menggelar aksi Kamisan tepat di depan Mal Paragon, Jalan Pemuda, Semarang Kamis, (18/11/2021) mulai jam 08.30--11.00 WIB. 

Saat mengadakan aksi Kamisan, tak kurang 35 mahasiswa dan beberapa aktivis berbondong-bondong mengusir Kepala KSP, Jenderal (Purn) Moeldoko. Pengusiran bermula ketika Moeldoko yang ditemani Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berusaha mendekati para peserta aksi Kamisan di Taman Piere Tendean yang berada di depan Mal Paragon. 

1. Moeldoko diduga dalangi pelanggaran HAM di Urut Sewu

IDN Times/Teatrika Handiko Putri
IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Iqbal Alma Ghosan, seorang peserta aksi Kamisan mengatakan teman-temannya secara spontan memutuskan menghalau rombongan Moeldoko dan Hendi, Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang yang berusaha mendekati lokasi aksi. 

"Kita mengecam keberadaan dua pejabat yang hadir di Festival HAM Nasional. Sebab, Moeldoko diduga kuat mendalangi upaya pencekalan kebebasan berekspresi salah satunya dalam kasus ICW. Lalu dugaan pelanggaran HAM juga dia lakukan terhadap warga Urut Sewu yang sedang bersengketa lahan," kata mahasiswa Jurusan Sosiologi Semester IX, Fakultas Ilmu Sosial, Univeritas Negeri Semarang (Unnes) tersebut saat dihubungi IDN Times

2. Para peserta aksi Kamisan ramai-ramai usir Moeldoko dan Hendi

Puluhan peserta aksi Kamisan Semarang saat berpose di depan Mal Paragon. (Dok Aksi Kamisan Semarang)
Puluhan peserta aksi Kamisan Semarang saat berpose di depan Mal Paragon. (Dok Aksi Kamisan Semarang)

Dalam rekaman video yang diterima IDN Times, terlihat ketika berusaha mendekat dan berbicara, Moeldoko langsung mendapat kecaman. 

Bahkan, ketika Moeldoko berniat berbicara menggunakan mix, para peserta aksi Kamisan langsung menolaknya. Peserta aksi Kamisan dengan tegas mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Moeldoko. 

"Kepada teman-teman saya," kata Moeldoko yang langsung dipotong oleh para peserta aksi Kamisan. 

"Kami bukan teman bapak. Kami tidak mau bapak ngomong di sini. Kami mosi tidak percaya. Kami tidak percaya lagi pada KSP," teriak seorang peserta aksi Kamisan. 

Tak berhenti di situ saja, peserta aksi juga mengusir Moeldoko. Hendi yang melihat kejadian itu juga gagal meredam suasana gaduh di depan Mal Paragon. 

Setelah kedatangannya menuai protes keras, Moeldoko bersama Hendi memilih balik kanan dan pulang dengan berjalan kaki menyeberangi jalan menuju Mal Paragon. 

3. Semarang dianggap tidak pantas menggelar Festival HAM Nasional

Para peserta aksi Kamisan memprotes Festival HAM Nasional di Semarang. (Dok Aksi Kamisan Semarang)
Para peserta aksi Kamisan memprotes Festival HAM Nasional di Semarang. (Dok Aksi Kamisan Semarang)

Iqbal berkata Moeldoko dengan sederet kasus dugaan Pelanggaran HAM tidak etis menghadiri acara Festival HAM Nasional. Ditambah lagi keberadaan Hendi sebagai Wali Kota Semarang juga sarat dengan kasus pelanggaran HAM. 

"Karena itulah Kota Semarang tidak pantas menjadi tuan rumah Festival HAM Nasional. Sebab, Walikotanya terbukti banyak melakukan pelanggaran HAM. Dia sudah menggusur para PKL, seenaknya sendiri membongkar lapak dagangan PKL, mengusir sejumlah warga yang tinggal di Tambakrejo, Semarang Utara. Sehingga tindakan dia sangat arogan dan same sekali tidak mencerminkan perlindungan bagi warganya," ungkapnya. 

4. Ganjar juga dikecam karena nekat izinkan pembangunan pabrik semen di Kendeng

Para peserta aksi Kamisan Semarang membawa payung sebagai tanda berkabung atas lemahnya penindakan hukum terhadap pelanggaran HAM di Indonesia. (Dok Aksi Kamisan Semarang)
Para peserta aksi Kamisan Semarang membawa payung sebagai tanda berkabung atas lemahnya penindakan hukum terhadap pelanggaran HAM di Indonesia. (Dok Aksi Kamisan Semarang)

Iqbal menyatakan sepak terjang Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga disorot oleh para peserta aksi Kamisan. Ganjar, katanya secara terang-terangan telah melakukan pelanggaran HAM dengan mengizinkan pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng. 

"Ganjar juga telah melanggar HAM. Makanya kita mengecam tindakan Ganjar selama ini," terangnya. 

Festival HAM, menurutnya juga jadi ironi tersendiri mengingat sebuah hak asasi manusia tak seharusnya dijadikan ajang pesta-pesta dalam bentuk festival. "Sebuah hak asasi manusia mestinya direnungi. Bukan malah dijadikan acara festival," tandasnya. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Liburan Sekolah, Waktunya Pelni Semarang Tebar Diskon Tiket Kapal

27 Jun 2026, 13:33 WIBNews