Dikawal Babinsa, Bulog Kebut Penyerapan Gabah dari Petani se-Jateng

- Bulog Jateng serap 7.100 ton gabah, setara 1.150 ton beras dari petani.
- Gabah harus sesuai standar engine quality berdasarkan regulasi Bapanas.
- Bulog bersama TNI AD, Polda/Polres, dan lainnya optimalkan penyerapan gabah dengan target panen seluas 700-800 hektare.
Semarang, IDN Times - Kegiatan penyerapan gabah kering panen (GKP) saat ini terus dilakukan para petugas Bulog di semua wilayah Jawa Tengah. Bulog Kanwil Jawa Tengah menyatakan sampai dengan hari ini, Kamis (13/2/2025) sudah ada sebanyak 7.100 ton gabah setara beras yang terserap dari sejumlah kawasan lumbung padi.
"Total setara beras 7.100 ton. Dr 7.100 ton setara beras tersebut, gabahnya sekitar 1.150 ton," kata Kepala Bulog Kanwil Jateng, Sopran Kenedi kepada IDN Times.
1. Ada regulasi yang baru dari Bapanas

Apabila mengacu pada peraturan terbaru yang dirancang Badan Pangan Nasional (Bapanas) maka gabah yang diserap dari petani harus sesuai standar engine quality.
Sehingga menurutnya setiap gabah kering panen (GKP) maupun gabah kering giling (GKG) yang diserap Bulog disatukan klasifikasi kategorinya menjadi jenis pembelian GKP.
"Karena kemarin masih menunggu regulasi, maka sekarang ada perubahan regulasi dari awalnya penyerapan GKP GKG ada kebijakan baru gabah kering panen diserap dengan standar engine quality," tutur Sopran.
2. Bulog temukan 6.000 hektare sawah terendam banjir

Diungkapkan pula bahwa Bulog Kanwil Jateng bersama TNI AD mencakup Kodim dan Babinsa serta Polda/Polres, Perpadi, HKTI, KTNA, paguyuban petani dan dinas terkait terus-menerus berusaha maksimal mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras dari petani.
Harga beli gabah dari tingkat petani dipatok sesuai HET Rp6.500 per kilogram dan HET beras dibanderol Rp12.000 per kilogram di gudang Bulog.
Tak cuma itu saja, secara keseluruhan akibat banjir di Grobogan, Pekalongan dan daerah lainnya belum lama ini telah menggenangi areal sawah seluas 6.000 hektare.
"Secara prinsip ada dampaknya. Ada beberapa sawah sekitar 6.000 hektare. Dengan kondisi cuaca seperti saat ini ya kita masih perlu waspada. Karena usia penanaman sudah memasuki 2-3 bulan untuk panen ya," paparnya.
3. Penyerapan gabah melonjak berlipat-lipat tahun ini

Di bulan ini pihaknya memasang target panen gabah seluas 700-800 hektare dengan harapan mampu menyerap gabah sebanyak 2.000 ton.
Ketimbang tahun kemarin, target yang dicanangkan dari pemerintah pusat untuk serapan gabah dadi Bulog melonjak 400 persen.
"Dibandingkan tahun kemarin yang tahun ini nanti targetnya bisa 400 persen penyerapan. Diharapkan Jawa Tengah bisa menyuplai kebutuhan beras di wilayah wilayah yang lain," ujar Sopran.



















