Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ditangkap KPK, Ombudsman: Bupati Pemalang Terlibat Konflik Kepentingan
Kepala Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • KPK menangkap Bupati Pemalang Anom Wididyantoro, sementara Ombudsman Jawa Tengah mencatat peningkatan keluhan warga terkait buruknya pelayanan publik di daerah tersebut.
  • Ombudsman menyoroti potensi konflik kepentingan dalam penunjukan Dewan Pengawas rumah sakit dan sebelumnya telah meminta Bupati Pemalang memperbaiki layanan yang dikeluhkan warga.
  • Sepanjang 2025, Ombudsman menerima 10 aduan tentang tata kelola desa, pendidikan, sosial, infrastruktur, dan tenaga kerja; penilaian DPUPR kini diarahkan untuk mencegah korupsi serta maladministrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    KPK menangkap Bupati Pemalang Anom Wididyantoro. Ombudsman Jawa Tengah mencatat keluhan warga mengenai pelayanan publik serta menyoroti potensi konflik kepentingan dalam penunjukan Dewan Pengawas rumah sakit.
  • Who?
    Anom Wididyantoro, KPK, Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah yang dipimpin Siti Farida, warga Pemalang, serta instansi daerah termasuk Disdik, Dinsos, DPUPR, dan pemerintah desa terlibat dalam situasi ini.
  • Where?
    Peristiwa penangkapan dan laporan pelayanan publik berkaitan dengan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Penilaian Ombudsman juga mencakup sektor infrastruktur yang menjadi kewenangan DPUPR kabupaten/kota.
  • When?
    Penangkapan Anom Wididyantoro menjadi perhatian pada Rabu, 29 Juli 2026. Ombudsman menerima 10 aduan warga Pemalang sepanjang 2025, dan sejak 2026 memfokuskan penilaian pada sektor infrastruktur.
  • Why?
    Ombudsman menilai peningkatan laporan warga merupakan peringatan atas kinerja layanan publik. Penunjukan Dewan Pengawas rumah sakit juga disorot karena dinilai memiliki potensi mengarah pada konflik kepentingan.
  • How?
    Ombudsman menerima dan menilai aduan warga yang sebelumnya telah mengeluhkan layanan kepada instansi terkait. Ombudsman juga meminta perbaikan layanan serta mengarahkan penilaian infrastruktur untuk mencegah risiko korupsi dan maladministrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
KPK menangkap Bupati Pemalang, Anom Wididyantoro. Ombudsman bilang banyak warga Pemalang mengeluh soal pelayanan. Ada 10 aduan tahun 2025, seperti soal desa, sekolah, sosial, jalan, dan kerja. Ombudsman dulu sudah meminta Anom memperbaiki layanan. Sekarang mereka juga melihat kemungkinan konflik kepentingan di rumah sakit dan memeriksa layanan jalan serta jembatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Penangkapan Bupati Pemalang Anom Wididyantoro oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menambah catatan kepala daerah yang tersangkut korupsi.

Bahkan, tim Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah menemukan banyaknya laporan dari warga Pemalang yang mengeluhkan buruknya pelayanan publik di Kabupaten Pemalang.

"Selama tahun kemarin kami pernah mengingatkan kepada semua kepala daerah terkait kinerja layanan publik. Dan secara spesifik kami menyampaikan kepada 15 kabupaten terkait penilaian maladministrasi. Terutama di Pemalang karena ketika itu kami sampaikan ada peningkatan laporan masyarakat yang diterima Ombudsman," kata Kepala Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida kepada IDN Times, Rabu (29/7/2026).

Lebih lanjut lagi, pihaknya menyatakan semestinya banyaknya laporan pengadaan masyarakat terkait layanan publik di Pemalang dijadikan acuan sinyal peringatan bagi kepala daerah yang bersangkutan.

Sebab, setiap laporan yang masuk merupakan early warning system sebagai tanda bahaya bagi kinerja kepala daerah.

Sebetulnya pihaknya sudah meminta Bupati Pemalang Anom Wididyantoro memperbaiki segala jenis layanan yang kerap dikeluhkan oleh warganya.

""Sebetulnya itu yang perlu diperbaiki (Bupati Pemalang). Termasuk juga kami menyoroti munculnya konflik kepentingan pada kasus penunjukan dewas (Dewan Pengawas) rumah sakit. Walaupun pengangkatan jabatan ini dianggap tidak salah tetapi ada potensi mengarah ke konflik kepentingan," urainya.

Tercatat ada 10 aduan dari warga Pemalang yang diterima Ombudsman selama 2025 kemarin dan kemungkinan jumlahnya bisa bertambah.

Kesepuluh aduan dari warga Pemalang paling banyak menyangkut tata kelola pemerintahan desa, berkaitan dengan Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Sosial dan sektor-sektor infrastruktur yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan ada laporan mengenai sistem tenaga kerja.

"Kalau berdasarkan algoritma laporan itu terbukti warga yang melapor ke Ombudsman adalah mereka yang pernah mengadukan keluhan ke instansi bersangkutan. Tetapi kemudian tidak pernah mendapat perbaikan yang maksimal," jelasnya.

Ia pun bilang ketika banyak layanan publik di Pemalang yang muncul maladministrasi tetapi tidak pernah mendapatkan penanganan yang serius justru lambat-laun menimbulkan tindakan korupsi.

Secara khusus pihaknya mulai tahun ini juga mengarahkan proses penilaian layanan publik pada sektor infrastruktur jalan, jembatan, fasilitas umum yang menjadi kewenangan DPUPR seluruh kabupaten/Kota.

Penilaian yang mengarah ke DPUPR sebagai tindakan pencegahan resiko korupsi maupun potensi maladministrasi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article