Grebeg Mulud Keraton Kasunanan Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)
Kirab pertama berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB. Para abdi dalem membawa dua gunungan, yakni gunungan jaler dan gunungan estri, dari kawasan Keraton Solo menuju halaman Masjid Agung.
Gunungan jaler berisi beragam hasil bumi, seperti kacang panjang, terong, cabai merah, wortel, mentimun, tebu, hingga telur asin. Sementara gunungan estri dihiasi makanan siap santap berupa rengginang.
Sesampainya di halaman Masjid Agung, suasana langsung ramai. Warga yang telah menunggu berdesakan mendekati gunungan. Bahkan sebelum rangkaian doa keselamatan selesai, isi gunungan telah habis diperebutkan warga hanya dalam hitungan menit.
Penganggeng Sasana Wilopo kubu PB XIV Hangabehi, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau akrab Gusti Moeng, mengatakan ada dua pasang gunungan yang dikirab yakni dua gunungan jaler dan dua gunungan estri. Dan yang membedakan dari Grebeg ini yakni adanya abdi dalem wireng.
“Yang istimewa hari ini adalah abdi dalem wireng atau yang menarikan jadi penyutro. Penyutro itu bukan bagian dari prajurit tapi mereka ini abdi dalem penari-penari laki di keraton,” ujarnya kepada IDN Times, Rabu (26/8/2026).