Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Duh, Tiap Bulan Ada 500 Pasien Baru TBC di Kota Semarang

Duh, Tiap Bulan Ada 500 Pasien Baru TBC di Kota Semarang
ilustrasi rontgen dada pasien TBC (freepik.com/freepik)
Share Article

Semarang, IDN Times - Kondisi kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Semarang kini mencapai 3.400 kasus. Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat ada sekitar 500 pasien baru TBC di Ibu Kota Jawa Tengah.

1. Bentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC

Ilustrasi layanan di Puskesmas. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi layanan di Puskesmas. (Dok. Istimewa)

Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Menular Langsung Dinas Kesehatan Kota Semarang, Anggun Dessita Wandastuti mengatakan, pasien TBC ini mencakup anak-anak, balita, usia produktif, lansia, dan di semua kalangan strata sosial ekonomi.

‘’Maka, itu Pemkot Semarang membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC. Ada banyak sektor yang terlibat mulai dari semua OPD ditambah swasta, media, dan akademisi,’’ ungkapnya, Jumat (26/7/2024).

Upaya ini karena Pemkot Semarang menargetkan eliminasi atau bebas penyakit TBC di tahun 2028. Secara Nasional sendiri pemerintah menargetkan pada 2030.

Sehingga, Tim Percepatan Penanggulangan TBC ini dibentuk pada Mei 2024. Tujuannya untuk mengatasi permasalahan TBC yang terjadi di masyarakat.

2. Efek sosial ekonomi

ilustrasi kemiskinan (pexels.com/Riya Kumari)
ilustrasi kemiskinan (pexels.com/Riya Kumari)

‘’Sebab, TBC tidak hanya persoalan kesehatan saja. Ada efek sosial ekonomi yang terdampak pada pasien dan lingkungannya. Akhirnya, banyak terjadi pasien TBC tidak produktif, dikucilkan, diskriminasi lingkungan kerja hingga pemecatan hubungan kerja oleh tempat kerja. Hal ini berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi keluarga pasien,’’ jelas Anggun.

Dengan timbulnya masalah lain ini, lanjut dia, butuh peran banyak pihak. Selain pengobatan secara kesehatan, juga penting dalam edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat umum.

"Implementasi awal lebih pada penanganan sosial ekonomi, jadi mulai identifikasi dari masing-masing pasien apakah memang membutuhkan dalam mendukung pasien itu agar selesai pengobatannya," katanya.

3. Preventif TBC dengan edukasi lintas sektoral

Google
Google

Anggun menyampaikan, penanganan preventif TBC ini lebih banyak pada peran edukasi lintas sektor, misal edukasi yang memiliki kelompok binaan, kelompok sasaran, dengan minimal ada edukasi. Sedangkan, kuratifnya ada pada pasien yang membutuhkan bantuan.

Untuk fasilitas kesehatan sudah ada di semua rumah sakit, Puskesmas dan menyasar klinik swasta juga. Sudah ada 130 klinik swasta yang aktif dalam pengobatan TBC. Termasuk layanan jamkes BPJS berkomitmen dalam penanganan TBC.

"Jadi penanganan tidak hanya di rumah sakit, misal yang tidak ada komorbid atau penyulit, pasien cukup pengobatan di puskesmas dan klinik ini kan lebih dekat dari akses pengobatan dan rumah mereka," tandasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
ANGGUN PUSPITONINGRUM
EditorANGGUN PUSPITONINGRUM

Latest News Jawa Tengah

See More

Cara Menyimpan Tahu Putih di Kulkas agar Tidak Asam dan Berlendir

31 Mei 2026, 18:00 WIBNews