Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ekonomi Semarang Ditarget Tumbuh 8,55 Persen, Pariwisata Jadi Andalan

Kota Semarang
Ekonomi Semarang Ditarget Tumbuh 8,55 Persen, Pariwisata Jadi Andalan
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
  • Pemkot Semarang menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6,70–8,55 persen melalui RKPD bertema pengembangan pariwisata dan ekonomi kerakyatan berbasis produk unggulan daerah.
  • Pariwisata dan UMKM menjadi penggerak utama, dengan pengembangan enam kawasan wisata, lima destinasi alam, lima kampung wisata, pelatihan konten kreator, serta target 9.461.037 kunjungan.
  • Target sosial 2027 mencakup penurunan kemiskinan menjadi 3,31–3,52 persen dan pengangguran 4,93–5,23 persen, disertai penanganan banjir lewat pompa, normalisasi saluran, dan NUFReP.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang memasang target pertumbuhan ekonomi hingga 8,55 persen pada tahun 2027. Angka tersebut menjadi salah satu sasaran utama dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, di tengah tantangan menekan pengangguran dan kemiskinan.

Target itu disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang, Jumat (20/8/2026). Adapun, RKPD 2027 mengusung tema “Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Produk Unggulan Daerah”.

Pemkot Semarang sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 berada pada rentang 6,70-8,55 persen. Jika target tertinggi tercapai, pertumbuhan ekonomi Semarang akan meningkat cukup signifikan dibandingkan realisasi 2025 yang berada di angka 6,49 persen.

  1. 1. Pertumbuhan ekonomi didorong dari pariwisata dan UMKM

    ilustrasi UMKM (dok. mokapos.com)
    ilustrasi UMKM (dok. mokapos.com)

    Agustina mengatakan, target pertumbuhan tersebut tidak sekadar mengejar angka ekonomi, tetapi diarahkan melalui pengembangan sektor yang dinilai memiliki efek terhadap masyarakat.

    “Kita ingin pariwisata membuat wisatawan tinggal lebih lama. Produk unggulan daerah didukung dari pendataan, kurasi, pembinaan, business matching hingga pasar, sementara infrastruktur menjadi pengungkitnya,” ungkapnya.

    Pemkot menyiapkan integrasi destinasi wisata melalui enam kawasan focal point, yakni Semarang Lama, Simpang Lima, Semarang Barat, Mijen-Gunungpati, Semarang Atas, dan Semarang Timur.

    Targetnya, pada 2027 akan dikembangkan lima destinasi wisata alam dan lima desa atau kampung wisata baru. Pemkot juga menargetkan pelatihan bagi 20 konten kreator untuk ikut memperkuat promosi pariwisata.

    Dari upaya tersebut, Pemkot menargetkan 9.461.037 kunjungan wisatawan pada 2027.

    Sementara, sektor UMKM akan didorong melalui program Waras Ekonomi, yang mencakup proses kurasi, pemberdayaan hingga evaluasi dampak.

  2. 2. Pengangguran dan kemiskinan harus turun

    ilustrasi kemiskinan (pexels.com/Timur Weber)
    ilustrasi kemiskinan (pexels.com/Timur Weber)

    Target pertumbuhan ekonomi tersebut dibarengi sasaran pembangunan sosial. Sebagai pembanding, pada 2025 ekonomi Semarang tumbuh 6,49 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 85,80. Tingkat kemiskinan berada di angka 3,80 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 5,65 persen.

    Pada 2027, Pemkot menargetkan IPM meningkat menjadi 87,35. Kemiskinan ditargetkan turun ke kisaran 3,52-3,31 persen, sedangkan TPT dipatok turun menjadi 5,23-4,93 persen.

    Agustina menegaskan, indikator tersebut menjadi ukuran apakah pertumbuhan ekonomi benar-benar menghasilkan dampak bagi warga.

    “Angka-angka ini menunjukkan kemajuan, sekaligus menjadi dasar untuk menentukan pekerjaan berikutnya. Kita tidak boleh berhenti pada capaian, tetapi harus melihat apa yang masih perlu diperbaiki dan apa yang bisa kita akselerasi,” katanya.

  3. 3. Banjir masih jadi tantangan ekonomi

    rumah pompa, penanganan banjir
    Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau operasional rumah pompa di sejumlah titik rawan banjir. (dok. Pemkot Semarang)

    Selanjutnya, di balik ambisi mengejar pertumbuhan ekonomi, Pemkot Semarang juga memasukkan persoalan banjir sebagai bagian penting dalam perencanaan pembangunan 2027.

    Agustina menilai aktivitas ekonomi dan pariwisata tidak bisa dilepaskan dari kesiapan infrastruktur kota. Karena itu, penanganan banjir diarahkan dari hulu hingga hilir.

    Sejumlah langkah yang disiapkan antara lain optimalisasi pompa, normalisasi saluran serta integrasi saluran primer bersama BBWS Pemali Juana melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).

    “Seluruh angka, target, program, dan kebijakan ini memiliki satu ukuran: seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat,” terangnya.

    RKPD 2027 sendiri merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Semarang 2025-2029. Pemkot menyebut masih melanjutkan 56 program dan 96 kegiatan unggulan prioritas yang sebagian telah berjalan dan sebagian lainnya ditargetkan selesai pada 2027.

    Dengan demikian, tantangan Pemkot bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi hingga 8,55 persen, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan penurunan kemiskinan, pengangguran, serta perbaikan persoalan perkotaan seperti banjir.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More