Rais 'Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar. (Dok/Porseni NU)
Sementara ifu Rais 'Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar yang juga hadir dalam acara pembukaan tersebut mengajak seluruh santri NU yang mengikuti Porseni agar bertarung dengan sportif.
"Saya minta ke para atlet, tunjukkan sportivitas. Sportivitas tetap harus melekat selama kompetisi," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam olahraga terdapat nilai ibadah. Oleh karena itu, jangan hanya karena ingin mendapatkan penghargaan, lalu peserta melakukan tindakan yang kurang baik.
"Mari berusaha bagaimana kita bisa dapat nilai terbaik, dengan menjunjung sportivitas dan kejujuran dalam meraih kebaikan," katanya.
Menurut dia, dalam agama Islam, nilai-nilai rohani dan spiritual saja tidak cukup. Kondisi jasmani juga diperlukan untuk menyempurnakan ibadah.
"Kesehatan rohani dan jasmani kita adalah bagian dari ajaran Islam," tegasnya.
Acara pembukaan Porseni NU ini juga dihadiri oleh Rais 'Aam PBNU, Ketua Peringatan Satu Abad NU Yenny Wahid, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Tohir.