Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

FKUB di Garda Depan Pawai MTQ Nasional, Semarang Pamer Wajah Toleran

Kota Semarang
FKUB di Garda Depan Pawai MTQ Nasional, Semarang Pamer Wajah Toleran
Ilustrasi Pawai Ogoh-Ogoh sebagai perayaan Hari Nyepi di Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)
  • Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang digelar Sabtu, 12 September, melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen provinsi serta kabupaten/kota di Jawa Tengah.
  • FKUB ditempatkan di barisan terdepan bersama pembawa bendera, Paskibraka, marching band, dan maskot sebagai penegasan Semarang yang terbuka, aman, toleran, serta merayakan keberagaman.
  • Pawai dimulai pukul 07.00 WIB dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah sejauh 2,5 kilometer; masyarakat dapat menonton di sejumlah titik rute yang dilalui.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times – Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang akan diselenggarakan jelas pembukaan, Sabtu (12/9/2026). Pada seremoni tersebut tak hanya menjadi parade ribuan peserta dari berbagai daerah, tapi Pemerintah Kota Semarang akan menempatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di barisan terdepan. 

  1. 1. Perhelatan keagamaan tak terpisahkan dari keberagaman

    pawai ogoh-ogoh, hari nyepi, perayaan keberagaman
    Kemeriahan Pawai Ogoh-Ogoh menyedot antusias ribuan masyarakat Kota Semarang, Minggu (26/4/2026). (dok. Pemkot Semarang)

    Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen provinsi se-Indonesia serta kabupaten/kota se-Jawa Tengah akan mengikuti Pawai Ta’aruf. Adapun, FKUB turut hadir bersisian dengan pembawa bendera Merah Putih dan bendera LPTQ.

    Selain FKUB, barisan depan pawai juga akan diisi Paskibraka, Marching Band, serta maskot MTQ Nasional. Penempatan FKUB di posisi terdepan menjadi simbol yang ingin ditampilkan Kota Semarang.

    Sebab, perhelatan keagamaan tidak dipisahkan dari keberagaman masyarakat yang menjadi bagian dari kehidupan kota.

    Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, Pawai Ta’aruf menjadi kesempatan untuk memperlihatkan karakter Semarang sebagai kota yang terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

  2. 2. Tunjukkan Kota Semarang jadi rumah yang hangat

    mtq, mtq nasional, mtq 2026
    Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memimpin rapat koordinasi jelang MTQ Nasional 2026. (dok. Pemkot Semarang)

    “Pawai Ta’aruf ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kota Semarang adalah rumah yang hangat, aman, dan toleran bagi siapa saja,” ujarnya, Rabu (8/9/2026).

    Menurutnya, kehadiran tokoh-tokoh agama dari FKUB di barisan depan bukan sekadar bagian dari susunan parade.

    “Ditempatkannya barisan tokoh agama dari FKUB di garda terdepan parade menegaskan komitmen kita bersama. MTQ bukan hanya milik satu golongan, melainkan pesta sukacita seluruh warga yang merayakan keberagaman dan persatuan bangsa,” katanya.

    Selanjutnya, pesan keberagaman juga akan ditampilkan melalui kesenian yang mengiringi pawai. Salah satunya Tari Warak Dugder dari Sanggar Sobokarti yang merepresentasikan akulturasi budaya Jawa, Tionghoa, dan Arab di Semarang.

  3. 3. Pawai Ta’aruf akan dimulai dari Balai Kota Semarang

    dugderan
    Ilustrasi pawai dugderan di Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

    Pertunjukan tersebut akan disandingkan dengan musik Gambus Zabarjada untuk menyambut para delegasi dari berbagai daerah di Indonesia.

    “Kekayaan budaya Kota Semarang yang berakar dari akulturasi berbagai etnis akan menyambut para tamu delegasi dari 38 provinsi di Indonesia,” ujar Agustina.

    Menurutnya, keragaman budaya tersebut merupakan bagian dari identitas Semarang yang ingin diperkenalkan kepada para tamu selama MTQ Nasional.

    “Ini adalah wajah Kota Semarang yang inklusif, hebat, dan berbudaya,” imbuhnya.

    Sementara, Pawai Ta’aruf akan dimulai dari Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda pukul 07.00 WIB. Rombongan kemudian menempuh rute sekitar 2,5 kilometer menuju panggung kehormatan di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan.

  4. 4. Masyarakat dapat menyaksikan pawai dari sejumlah titik

    pawai ogoh-ogoh, hari nyepi, perayaan keberagaman
    Ilustrasi Pawai Ogoh-Ogoh sebagai perayaan Hari Nyepi di Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

    Rute yang dilalui meliputi Tugu Muda, Jalan Pandanaran, kawasan Mugas, Jalan Tri Lomba Juang, hingga Taman Indonesia Kaya sebelum berakhir di Jalan Pahlawan.

    Masyarakat dapat menyaksikan pawai dari sejumlah titik, termasuk Taman Pandanaran, Taman Indonesia Kaya, dan Jalan Tri Lomba Juang.

    Kemudian, penutupan dan pengalihan arus dilakukan secara bertahap di sejumlah ruas yang menjadi lintasan pawai, di antaranya Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Jalan Tri Lomba Juang, Jalan Menteri Supeno, hingga Jalan Pahlawan.

    Sejumlah kantong parkir juga disiapkan, antara lain Balai Kota Semarang, DP Mall, Museum Mandala Bhakti, Stadion Tri Lomba Juang, Gedung Rimba Graha, Masjid Baiturrahman, Gedung Parkir Mall Ciputra, eks Gedung Matahari, dan Super Ekonomi Simpang Lima.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More