Inilah penjelasan mengenai proyek pembuatan hybrid giant sea wall di pantai utara Jawa Tengah. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, upaya BOPPJ sejalan dengan program Mageri Segoro yang telah dijalankan di berbagai wilayah pesisir Jawa Tengah.
Menurut dia, perlindungan pesisir tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Penguatan ekosistem melalui mangrove, cemara, kelapa, dan vegetasi pesisir lainnya perlu dilakukan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur perlindungan pantai.
“Tentu saja program BOPPJ itu selaras dengan program Jawa Tengah. Kita punya program Mageri Segoro yang itu sudah melibatkan seluruh komponen masyarakat,” kata Luthfi.
Jawa Tengah memiliki garis pantai sepanjang 1.127,85 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 651,47 kilometer berada di kawasan Pantura, 343,50 kilometer di pantai selatan, dan 132,88 kilometer berada di Karimunjawa.
Kawasan pesisir tersebut memiliki fungsi strategis karena bersinggungan langsung dengan permukiman warga, tambak, perikanan, kawasan industri, infrastruktur, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain abrasi dan erosi, kawasan ini menghadapi banjir rob, penurunan muka tanah sekitar 8-11 sentimeter per tahun, kerusakan ekosistem, sedimentasi dan perubahan dinamika muara, serta dampak perubahan iklim dan kenaikan muka air laut.
“Sehingga upaya pencegahan sejak dini ini diberikan sebelum pelaksanaan dilaksanakan,” ujar Luthfi.