Semarang, IDN Times - Kemampuan berenang menjadi syarat wajib yang musti dimiliki setiap prajurit TNI. Bahkan menguji kemampuan berenang diperlukan sebagai langkah membina kepribadian para prajurit TNI.
Uji ketangkasan berenang pun dilakukan Kodam IV Diponegoro Semarang untuk mengetahui seberapa tangguh masing-masing prajurit dalam menguasai medan di dalam air.
Seperti yang terlihat beberapa waktu lalu saat sejumlah Perwira Menengah (Pamen) Kodam Diponegoro pamer kemampuan terbaiknya dalam uji ketangkasan renang militer yang menjadi bagian dari pembinaan sekaligus pengujian kesiapan fisik prajurit.
Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin yang tengah melaksanakan olahraga pagi di sekitar Makodam, menyempatkan diri meninjau langsung jalannya kegiatan.
Kehadiran Pangdam memberikan motivasi tersendiri bagi para Pamen yang tengah menyelesaikan materi renang militer.
Di lintasan kolam, para perwira tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan jarak renang. "Mereka dituntut menunjukkan ketahanan fisik, kecepatan, teknik, konsentrasi dan daya juang hingga garis akhir," katanya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Minggu (13/9/2026).
Uji ketangkasan sekaligus menjadi gambaran bahwa kemampuan seorang prajurit tidak berhenti pada aspek pengetahuan dan pengalaman kepemimpinan.
Kondisi fisik yang prima merupakan bagian integral dari kesiapan seorang perwira dalam menghadapi dinamika dan tuntutan tugas.
Kemampuan menjaga kebugaran memiliki arti lebih luas. Seorang pemimpin dituntut mampu menjadi contoh bagi anggota yang dipimpinnya, termasuk dalam membangun budaya hidup sehat, disiplin berlatih dan menjaga kesiapan jasmani.
Karena itu, uji renang militer tidak semata-mata berbicara tentang siapa yang tercepat mencapai garis finis. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menguji sejauh mana seorang prajurit mampu mengelola tenaga, menjaga konsentrasi dan mempertahankan semangat ketika menghadapi tekanan fisik.
"Semangat kompetisi juga menjadi bagian penting dalam membangun mental prajurit," tambahnya.
Persaingan yang sehat mendorong setiap peserta mengeluarkan kemampuan terbaik, sekaligus menanamkan nilai sportivitas, ketangguhan dan pantang menyerah.
Momen Achiruddin meninjau langsung kemampuan para Pamen dalam mengikuti materi yang diberikan jadi perhatian pimpinan terhadap pembinaan kemampuan jasmani prajurit sekaligus pentingnya menjaga kesiapan personel secara berkelanjutan.
Kebugaran yang terpelihara tidak dibangun secara instan. Ia lahir dari latihan yang konsisten, disiplin yang terus dijaga dan kemauan untuk selalu meningkatkan kemampuan. Prinsip mens sana in corpore sano (di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat) menjadi relevan dalam membangun prajurit yang tangguh secara fisik maupun mental.
Melalui Uji Ketangkasan Renang Militer tersebut, Kodam IV/Diponegoro terus mendorong terpeliharanya kemampuan jasmani prajurit sebagai bagian dari kesiapan menghadapi setiap tugas. Sebab, ketika tugas memanggil, prajurit harus hadir dengan kemampuan fisik yang siap, mental yang kuat dan daya juang yang tidak mudah menyerah.
