Semarang, IDN Times - Sekolah Rakyat Rowosari Semarang hari ini, Selasa (14/7/2026), resmi menggelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi para siswa-siswi.
Kegiatan MPLS diikuti ratusan siswa-siswi dari jenjang SD, SMP dan SMA. Masing-masing siswa Sekolah Rakyat diajak mengenal teman-temannya di gedung aula utama.
Setiap siswa ada yang ditemani orang tua. Namun tak sedikit juga didampingi sanak keluarga.
Cerita getir pun muncul dari pengakuan para orang tua siswa. Tak sedikit orang tua yang menangis ketika mengantar anaknya ke Sekolah Rakyat Rowosari.
Kaminem, salah satu orang tua siswa sengaja datang bersama suaminya demi mendampingi putri kesayangannya mengikuti MPLS di Sekolah Rakyat Rowosari.
Putrinya yang bernama Ela Nur Setyaningrum mulai hari ini menempuh pendidikan SMP di Sekolah Rakyat Rowosari. Ela yang berusia 13 tahun tersebut dimasukan ke Sekolah Rakyat lantaran hidupnya selama ini sangat pas-pasan.
Ia ingin Ela kelak jadi anak sholehah dan cerdas. "Berharapnya dia jadi anak yang pinter, cerdas sholehah begitu," kata Kaminem saat berbincang dengan IDN Times.
Kaminem mengaku dengan penghasilannya sebagai pekerja rumah tangga (PRT) tidak bisa mencukupi untuk membiayai sekolah anaknya.
Sebab saban bulan ia hanya dapat penghasilan Rp500 ribu. Sedangkan suaminya yang jadi tukang bangunan juga tidak punya penghasilan tetap.
Alhasil jalan satu-satunya dirinya musti mengikhlaskan anaknya mengenyam pendidikan kelas 1 SMP di Sekolah Rakyat Rowosari.
"Penghasilan saya kurang lebih Rp500 ribu satu bulan," kata warga Kampung Gandekan RT 01/RW VII Kelurahan Jagalan Mataram Semarang Timur ini.
Selama mendampingi Ela mengikuti MPLS di Sekolah Rakyat Rowosari, perasannya campur aduk. Sebetulnya ia merasa kasihan. Tapi di sisi lain hanya bisa pasrah sembari berharap Ela pada masa mendatang mampu mengangkat derajat keluarganya.
"Pertama-tama ya kayak gitu. Tapi lama-lama (terbiasa). Sudah saya ikhlas dia sekolah disini," kata Kaminem dengan suara tercekat.
Dengan keberdaan Ela yang menginap di asrama putri Sekolah Rakyat, ia juga sudah menyiapkan perlengkapanya. Yang terpenting mentalnya siap. "Iya sudah siap," katanya.
