Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
GrabAcademy Buka 5 Jalur Naik Kelas Bagi Mitra, Bantu Alih Profesi
Grab Indonesia meresmikan program GrabAcademy: Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas di Jakarta. (dok. Grab Indonesia)
  • Grab memperluas GrabAcademy dengan lima jalur pengembangan bagi mitra: beralih ke GrabCar, merintis usaha kuliner, menjadi kreator, instruktur, atau melanjutkan pendidikan.
  • Program beasiswa memberi akses pendidikan tinggi kepada 4.732 mitra dan anak mitra; GrabScholar sejak 2022 menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat dengan bantuan Rp25,8 miliar.
  • GrabAcademy juga melatih merchant dalam pengelolaan usaha dan teknologi AI, sementara lebih dari 1,15 juta mitra pengemudi mengakses platform ini sepanjang 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Grab membuka GrabAcademy untuk pengemudi dan penjual. Mereka bisa belajar jadi pengemudi mobil, buka usaha makanan, buat video, jadi guru, atau kuliah dengan beasiswa. Banyak orang sudah ikut belajar. Grab juga memberi kelas untuk pemilik toko. Sekarang, mitra punya lebih banyak pilihan untuk bekerja dan belajar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Menjadi mitra pengemudi tak lagi diposisikan sebagai satu-satunya pilihan untuk berkembang di ekosistem Grab. Perusahaan teknologi tersebut memperluas GrabAcademy sebagai wadah pembelajaran yang membuka sejumlah jalur pengembangan bagi mitra pengemudi dan merchant.

Program yang diluncurkan dalam momentum HUT ke-81 Republik Indonesia ini mengusung tema “Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas”. GrabAcademy tidak hanya menawarkan pelatihan, tetapi juga jalur untuk memperluas sumber penghasilan, mulai dari beralih ke layanan roda empat hingga merintis usaha kuliner, menjadi kreator, instruktur, maupun melanjutkan pendidikan.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan, konsep “naik kelas” tidak harus dimaknai sebagai keharusan meninggalkan pekerjaan sebagai mitra pengemudi.

“Naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama, tetapi memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan jalan ke depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (22/8/2026).

1. Sediakan lima jalur pengembangan untuk mitra

Grab Indonesia meresmikan program GrabAcademy: Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas di Jakarta. (dok. Grab Indonesia)

GrabAcademy menyediakan lima jalur pengembangan untuk mitra pengemudi, yakni Mitra Melaju, Mitra Pengusaha, Mitra Kreator, Mitra Instruktur, dan Beasiswa Mitra.

Melalui jalur Mitra Melaju, mitra GrabBike yang memenuhi persyaratan dapat beralih menjadi mitra GrabCar, salah satunya melalui program sewa kendaraan. Hingga 13 Juli 2026, sebanyak 6.598 mitra pengemudi tercatat telah bertransisi ke layanan roda empat.

Sementara, jalur Mitra Pengusaha menyasar mitra pengemudi yang ingin mengembangkan usaha kuliner menjadi Mitra Merchant. Sepanjang 2026, sebanyak 19.368 mitra pengemudi disebut telah bertransisi menjadi Mitra Merchant.

Bagi yang tertarik dengan dunia digital, terdapat jalur Mitra Kreator. Materinya mencakup pengembangan persona, pencarian ide, produksi dan penyuntingan video, interaksi dengan audiens hingga pengenalan peluang monetisasi.

Sekitar 14.721 mitra pengemudi telah menyelesaikan modul pelatihan kreator, sedangkan lebih dari 200 mitra terpilih mengikuti workshop.

Ada pula jalur Mitra Instruktur yang memberikan kesempatan kepada mitra berpengalaman untuk membagikan pengetahuan dan melatih mitra lainnya. Lebih dari 1.100 mitra telah menunjukkan minat, dengan sekitar 183 mitra menyelesaikan modul dan program pelatihan.

2. Buka jalur beasiswa bagi mitra dan anak mitra

Ilustrasi pendaftaran beasiswa. (Freepik / rawpixel.com)

Grab juga membuka jalur Beasiswa Mitra bagi mitra dan anak mitra untuk mengakses pendidikan tinggi.

Sebanyak 4.732 mitra dan anak mitra telah mendapatkan akses pendidikan melalui program tersebut, salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka.

Di luar program tersebut, melalui GrabScholar sejak 2022 Grab mengklaim telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat dengan total bantuan pendidikan mencapai Rp25,8 miliar.

Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto mengatakan fleksibilitas pendidikan tinggi memungkinkan mitra tetap bekerja sambil melanjutkan pendidikan.

“Para mitra tidak harus memilih antara bekerja dan melanjutkan pendidikan. Mereka dapat menjalankan keduanya secara beriringan,” katanya.

3. Bekali Mitra Merchant pelatihan

ilustrasi delivery (unsplash.com/Grab)

GrabAcademy juga diperluas untuk Mitra Merchant. Pelatihan mencakup pengelolaan toko, menu dan pesanan, promosi, iklan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial hingga pemanfaatan teknologi berbasis AI.

Sepanjang 2025, kelas reguler daring GrabAcademy menjangkau sekitar 14.000 Mitra Merchant. Selain itu, sekitar 1.200 merchant mengikuti pelatihan tatap muka yang digelar di sejumlah kota.

Grab juga menyediakan pembelajaran mandiri melalui artikel dan video singkat berdurasi satu hingga lima menit melalui Merchant Resource Center serta kanal komunikasi resmi GrabMerchant.

GrabAcademy sendiri bukan program yang benar-benar baru. Platform ini pertama kali diperkenalkan pada 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar bagi mitra pengemudi.

Namun, kini cakupannya diperluas menjadi ekosistem pembelajaran dengan jalur pengembangan yang lebih beragam.

4. Diakses 1,15 juta mitra sepanjang 2025

Mitra pengemudi Grab (Dok. Grab)

Sepanjang 2025, Grab mencatat lebih dari 1,15 juta mitra pengemudi mengakses GrabAcademy. Dari jumlah tersebut, lebih dari 204 ribu mitra menyelesaikan seluruh modul wajib.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah RI, Maman Abdurrahman menilai konsep pengembangan kapasitas mitra tidak semestinya diarahkan untuk meninggalkan profesi yang sedang dijalani.

Menurutnya, semangat naik kelas justru dapat berarti memperluas kapasitas dan pilihan agar setiap individu memiliki kesempatan berkembang sesuai aspirasi masing-masing.

“Pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran untuk membuka akses terhadap pembelajaran, perlindungan, dan peluang pengembangan usaha,” ujarnya.

GrabAcademy menjadi bagian dari komitmen “Grab untuk Indonesia” senilai lebih dari Rp100 miliar yang diumumkan pada awal 2026. Sebelumnya, Grab telah menghadirkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi mitra pengemudi berprestasi serta Bonus Hari Raya 2026.

Melalui perluasan GrabAcademy, Grab kini menempatkan peningkatan keterampilan sebagai salah satu instrumen untuk memperluas pilihan ekonomi mitra, bukan sekadar mempertahankan mereka dalam satu jenis pekerjaan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article