Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Lahir Kejaksaan ke 81, Kejari Purwokerto Kirim Air Bersih

Kab. Banyumas
Hari Lahir Kejaksaan ke 81, Kejari Purwokerto Kirim Air Bersih
Kejari Purwokerto gandeng perumdam dan BPBD Banyumas droping air bersih pada warga terdampak kekeringan karena kekurangan air bersih, Rabu (2/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Kejari Purwokerto memperingati Hari Lahir Kejaksaan ke-81 dengan menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kecamatan Cilongok dan Ajibarang, Banyumas.
  • Di Cilongok, setiap desa penerima mendapat dua tangki air berkapasitas 5.000 liter per tangki; Kejari menyebut aksi ini sebagai bentuk empati terhadap kebutuhan warga.
  • BPBD Banyumas telah menangani kekeringan dan kebakaran hutan-lahan sekitar dua bulan, dengan distribusi rutin sekitar 30.000 liter air bersih per hari ke desa terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyumas, IDN TimesKejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 dengan cara berbeda. Tak hanya menggelar kegiatan seremonial, jajaran Kejari Purwokerto turun langsung membantu warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Banyumas.

Kepala Kejari Purwokerto Slamet Jaka Mulyana, S.H., M.H., bersama jajarannya menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Cilongok dan Ajibarang, Rabu (2/8/2026).

  1. 1. Satu desa dapat jatah 5000 liter air bersih

    Petugas Kejari Purwokerto, Perumdam, dan BPBD menyalurkan 5.000 liter air bersih ke satu desa saat bakti sosial.
    Bakti sosial HUT Kejaksaan ke 81, kejari Purwokerto gandeng perumdam dan BPBD kirim 5000 liter air bersih untuk satu desa, Rabu (2/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Slamet mengatakan, peringatan Hari Lahir Kejaksaan tahun ini diisi dengan sejumlah kegiatan, mulai dari donor darah, ziarah ke Taman Makam Pahlawan, upacara, hingga tasyakuran.

    Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan aksi sosial berupa penyaluran air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

    “Harapan kami bahwa sumbangsih kecil kami itu bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama masyarakat yang terdampak kekurangan air bersih,” ujar Slamet.

    Untuk wilayah Kecamatan Cilongok, bantuan diberikan ke sejumlah desa. Masing-masing desa mendapatkan dua tangki air dengan kapasitas 5.000 liter per tangki.

  2. 2. Jaksa harus punya rasa empati terhadap masyarakat

    Kajari Purwokerto Slamet Jaka Mulyana berdiri di tengah saat menyampaikan pentingnya empati bagi para jaksa.
    Kajari Purwokerto, Slamet Jaka Mulyana (tengah) sebut jaksa harus memiliki rasa empati kapanpun dimanapun, Rabu (2/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Menurut Slamet, tugas kejaksaan sebagai institusi penegak hukum tidak semata-mata berkutat pada penanganan perkara pidana.

    Di tengah persoalan yang dihadapi masyarakat, kejaksaan juga dituntut memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap kebutuhan warga.

    "Memang kami sebagai penegak hukum bukan cuma penanganan perkara pidana, tapi kami juga punya rasa empati untuk kemanusiaan. Bagaimana kita peka terhadap apa yang dialami masyarakat,"katanya.

    Ia berharap bantuan air bersih tersebut, meski tidak besar, dapat sedikit meringankan beban warga yang menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

  3. 3. BPBD Banyumas sudah dua bulan tangani kekeringan

    Abdul Adjis dari BPBD Banyumas menjelaskan penyaluran air bersih ke wilayah terdampak kekeringan selama dua bulan terakhir.
    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas, Abdul Adjis sebut sejak dua bulan terakhir pihaknya telah lakukan droping air bersih ke wilayah kekeringan di Banyumas, Rabu (2/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Kekeringan memang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Banyumas pada musim kemarau tahun ini.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas, Abdul Adjis, mengatakan penanganan kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan telah dilakukan selama sekitar dua bulan.

    "Salah satu komponen yang kita laksanakan adalah dropping air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan,"ujar Abdul.

    Menurutnya, distribusi air bersih dilakukan secara rutin ke desa-desa yang mengalami kekurangan air. Dalam sehari, BPBD dapat menyalurkan sekitar 30 ribu liter air bersih.

    Untuk wilayah yang mengalami kondisi lebih parah, satu desa dapat menerima bantuan sekitar 5.000 hingga 10.000 liter air dalam satu kali distribusi.

  4. 4. Harlah Kejaksaan berbeda dengan Hari Bhakti Adhyaksa

    Ilustrasi perbedaan Hari Kejaksaan dan Hari Bakti Adhyaksa yang diperingati pada Rabu, 2 Agustus 2026.
    Ini perbedaan hari kejaksaan dengan hari bakti Adhyaksa, Rabu (2/8/2026).(IDN Times/Foto : Ilustrasi)

    Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia diperingati setiap 2 September berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Nomor 196 Tahun 2023.

    Tanggal tersebut merujuk pada pelantikan Mr. Gatot Taroenamihardja sebagai Jaksa Agung pertama oleh Presiden Soekarno pada 2 September 1945.

    Peringatan ini berbeda dengan Hari Bhakti Adhyaksa yang diperingati setiap 22 Juli. Hari Bhakti Adhyaksa berkaitan dengan momentum pemisahan Kejaksaan dari Departemen Kehakiman pada 1960.

    Pada peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 tahun ini, semangat penguatan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan menjadi salah satu pesan penting.

    Melalui kegiatan sosial seperti donor darah dan penyaluran air bersih, Kejari Purwokerto menunjukkan bahwa peran aparat penegak hukum juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan yang langsung dirasakan masyarakat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More