Surakarta, IDN Times - Presiden ke 7 RI Joko “Jokowi” Widodo merespon adanya sikap dari Sekjen PDIP Hasto Kristianto, yang mengaku akan menyebarkan video-video Jokowi, salah satunya soal video isu permintaan 3 periode.
Hasto Punya Video Isu Tiga Periode, Respon Jokowi Jangan Jadi Framing Jahat

1. Tak mempermasalahkan
Ditemui di kediamannya usai menyapa warga, Jokowi mengaku tidak mempermasalahkan adanya ancaman dari Sekjen PDIP terkait video-video soalnya.
“Ya gak apa-apa,” kata Jokowi, Senin (30/12/2024).
2. Tak pernah minta perpanjangan jabatan
Kendati demikian, Jokowi menegaskan jika dirinya tidak pernah meminta perpanjangan masa jabatan kepada siapapun, baik kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri atau ke Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
“Ya ini saya ulang lagi. Tidak pernah yang namanya saya minta perpanjangan atau tiga periode kepada siapapun. Tanyakan saja ke Ibu Mega atau tanyakan saja ke Mbak Puan atau tanyakan saja ke partai,” tegas Jokowi.
“Kapan? Dimana? Atau siapa yang saya utus? Gak pernah ada. Ya. Jadi jangan menjadi framing jahat seperti itu. Gak baik,” lanjut Jokowi.
3. Jangan menjadi framing jahat
Jokowi juga menegaskan adanya isu tiga periode tersebut menurutnya menjadi framing jahat yang dilontarkan baginya.
“Ya. Jadi jangan menjadi framing jahat seperti itu. Nggak baik,” tegasnya.
Kendati demikian, Jokowi siap dimintai keterangan terkait video-video skandal dirinya yang dimiliki Hasto.
“Keterangan apa, ya diberi keterangan no,” pungkasnya.
Sebelumnya, Juru bicara (Jubir) PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli memberikan pembelaan kepada Hasto yang disebut panik karena membawa-bawa sosok tiga periode usai jadi tersangka KPK.
Guntur mengatakan Hasto memiliki sejumlah video soal isu tiga periode. Video itu, kata Guntur, akan dirilis oleh Hasto. Selain video itu, Guntur mengatakan Hasto juga memiliki video lain yang memiliki daya ledak besar. Salah satunya terkait mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Jadi Jokowi memang menginginkan tiga periode atau perpanjangan jabatan seperti yang disampaikan oleh tokoh-tokoh terdekat Jokowi, dan nanti bukti-buktinya ada di video yang akan dirilis saudara Sekjen," kata Guntur di Jakarta, Jumat (27/12/2024).