Surakarta, IDN Times — Memasak hidangan berbahan dasar daging sapi untuk keluarga tercinta memang selalu jadi andalan ya, Lur? Mau diolah jadi rendang, semur, empal, atau sekadar sup hangat, kelezatan masakan tentu sangat bergantung pada kualitas daging yang kita beli di pasar tradisional.
Namun, Ibu-ibu dan Sedulur semua harus ekstra jeli saat berbelanja. Pasalnya, sampai saat ini masih saja ada oknum pedagang nakal yang nekat menjual daging sapi gelonggongan—yaitu daging dari sapi yang dipaksa meminum air sebanyak-banyaknya sebelum disembelih agar bobotnya naik drastis. Selain merugikan secara ekonomi karena kita membeli "air" dengan harga daging, daging gelonggongan juga cepat busuk dan rentan terkontaminasi bakteri.
Biar gak gampang terkecoh trik pedagang nakal, yuk bongkar 4 trik taktis membedakan daging sapi segar dengan daging gelonggongan berikut ini, Lur!
