Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Investor Pasar Modal Tembus 15 Juta, Jawa Tengah Berkontribusi Besar
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
  • Jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 15.161.166 SID per 30 Januari 2025, menunjukkan peningkatan signifikan dalam satu bulan terakhir.
  • Semarang menjadi pusat utama investasi di Jawa Tengah dengan jumlah investor mencapai 163.293 orang dan aset mencapai Rp14,18 triliun.
  • Tiga Galeri Investasi BEI baru berdiri di Semarang, total kini terdapat 32 galeri yang beroperasi di Semarang dan sekitarnya untuk edukasi pasar modal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN TimesPasar modal Indonesia mencatat pencapaian signifikan pada awal tahun ini. Berdasarkan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal telah mencapai 15.161.166 single investor identification (SID) per 30 Januari 2025. Angka itu menunjukkan peningkatan 289.527 SID dalam satu bulan terakhir, yang mana mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap investasi saham.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman menyatakan, pertumbuhan pesat tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

"Pasar modal berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan masyarakat akan mendorong pasar modal yang lebih inklusif dan berdaya saing global," ujarnya.

1. Jawa Tengah masuk 4 Besar

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Dalam peta investasi nasional, Jawa Tengah menempati posisi ke-4 dari 38 provinsi dengan total 1.597.043 investor dan aset mencapai Rp86,03 triliun. Kota Semarang menjadi pusat utama investasi di provinsi itu, menyumbang 163.293 investor (10 persen) dengan total aset Rp14,18 triliun (16 persen).

Pertumbuhan investor di Semarang juga menunjukkan tren positif. Jumlah investor pasar modal di Kota Semarang per Desember 2024 mencapai 159.864 orang, naik 10 persen dibandingkan Desember 2023, yang hanya 143.791 investor.

Dari sisi pertumbuhan perusahaan, dua perusahaan asal Semarang sukses melantai di Bursa Efek Indonesia (IPO) sepanjang tahun 2024. Yakni perusahaan di sektor kesehatan (rumah sakit) dan perusahaan sektor perhotelan dan restoran.

Situasi itu menandakan jika Semarang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi yang menarik di Indonesia.

2. Ada 3 galeri investasi baru

Ilustrasi mahasiswa belajar di kampus (freepik.com/freepik)

Meningkatnya jumlah investor di Jawa Tengah dan Semarang tidak terlepas dari upaya edukasi pasar modal yang terus diperluas. Sepanjang tahun 2024, tiga Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) baru berdiri di Semarang. Di antaranya:

  • Galeri Investasi BEI Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Galeri Investasi BEI Institut Teknologi dan Bisnis Semarang
  • Galeri Investasi BEI Universitas Ngudi Waluyo.

Dengan tambahan itu, kini terdapat total 32 Galeri Investasi BEI yang beroperasi di Semarang dan sekitarnya.

"Galeri ini menjadi pusat edukasi bagi mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam tentang investasi di pasar modal," kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Tengah, Fanny Rifqi El Fuad.

3. ASN jadi sasaran edukasi pasar modal

Ilustrasi ASN (ANTARA FOTO)

Ke depan, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah 1 di Semarang akan terus memperluas edukasi dan pengembangan pasar modal di daerah. Fanny menyebutkan, sasaran edukasi tahun 2025 meliputi:

  • Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintah daerah kabupaten/kota
  • Asosiasi pengusaha dan komunitas bisnis
  • Mahasiswa dan pelajar.

Untuk mencapai target itu, BEI akan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan, dan pemerintah daerah.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik menegaskan, potensi pertumbuhan investor di Indonesia masih sangat besar.

“Dengan jumlah penduduk Indonesia yang melebihi 280 juta jiwa, pencapaian 15 juta investor ini baru awal. Kami akan terus memperluas edukasi ke berbagai lapisan masyarakat untuk meningkatkan inklusi pasar modal,” katanya.

Editorial Team

Related Article