Jabungan dan Rowosari Semarang Alami Kekeringan, Warga Butuh Air

Semarang, IDN Times - Warga Kelurahan Jabungan dan Rowosari mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun 2023. Mereka melapor membutuhkan bantuan air bersih ke Pemerintah Kota Semarang.
1. Petakan lokasi risiko kekeringan

Atas kejadian tersebut Pemkot Semarang mengirimkan bantuan tangki air bersih PDAM sebagai langkah penanganan jangka pendek. Selain itu, juga melakukan pendataan secara masif terkait rawan kekeringan di seluruh wilayah kelurahan di Ibu Kota Jawa Tengah.
Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Semarang, Muhammad Khadik mengatakan, untuk saat ini yang melaporkan membutuhkan bantuan air adalah di Kelurahan Jabungan dan Kelurahan Rowosari.
‘’Kami akan mendata dari seluruh RT dan RW Se-Kota Semarang, kemudian dikumpulkan sebagai pemetaan lokasi yang berisiko mengalami kekeringan,’’ ujarnya saat dikonfirmasi IDN Times, Rabu (28/6/2023).
Dari data yang dikumpulkan, sementara yang membutuhkan bantuan air, yakni wilayah RT 02 RW 03, RT 02 RW 05, RT 04 RW 01 Kelurahan Jabungan Kecamatan Banyumanik. Sebanyak 6 tangki air bersih telah dikirim pada 12 Juni 2023, kemudian 2 tangki air bersih kembali dikirim pada 19 dan 26 Juni 2023.
2. Warga bisa lapor butuh air ke Satgas PBA

Pengiriman air bersih tersebut dilakukan rutin setiap dua minggu sekali di tiga wilayah tersebut. Sementara, untuk wilayah RW 06 dan RW 09 Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang juga telah dikirim dua tangki air bersih pada 27 Juni 2023. Selanjutnya, akan dikirim air bersih sesuai permintaan dan kebutuhan warga sampai kondisi stabil.
Khadik menuturkan, melalui Satgas Penanggulangan Bencana Alam (PBA), warga masyarakat ataupun RT/RW dapat melapor jika membutuhkan bantuan air bersih. Satgas PBA sendiri merupakan gabungan lintas sektor seperti BPBD, PDAM, Dinas Perumahan dan Permukiman.
‘’Pemkot Semarang melalui Satgas PBA juga akan melakukan penanganan jangka panjang dengan melakukan survei dan pengecekan lapangan oleh Disperkim bersama PDAM. Survei ini dilakukan untuk memastikan kelayakan dan kemungkinan lokasi tersebut untuk mendapat akses air dari PDAM,’’ jelasnya.
Upaya pemasangan jaringan PDAM tersebut dilakukan jika air di daerah Jabungan dan Rowosari tidak layak konsumsi. Untuk diketahui, seperti di Kelurahan Jabungan yang air atasnya mengandung kapur akan ditindaklanjuti dengan pembuatan sumur artetis dalam komunal.
3. Pasang pipa resapan

Dalam penanganan kekeringan ini, Pemkot Semarang sebelumnya telah melakukan pemasangan pipa resapan di beberapa titik di Kota Semarang. Pada Juni 2022, sebanyak 90 pipa resapan telah terpasang yang terdiri atas 45 pipa resapan di Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang dan 45 pipa resapan di Kelurahan Jabungan Kecamatan Banyumanik.
Inovasi tersebut merupakan kolaborasi antara Pemkot Semarang dengan Universitas Semarang (USM) dalam program pengabdian masyarakat yang kemudian dilanjutkan pada Desember 2022 sebanyak 22 pipa di Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang.
Pemasangan pipa resapan tersebut diharapkan dapat menghasilkan daya resap air hujan cukup tinggi. Sehingga, berguna untuk memperbaiki pasokan air tanah sebagai cadangan saat musim kemarau, sekaligus sebagai langkah mengatasi banjir yang kerap terjadi di Kota Semarang.
Selain itu, juga diupayakan melalui penanaman pohon khususnya di beberapa titik di Kota Semarang. Langkah tersebut menjadi perlu karena tidak hanya untuk memberi keteduhan kepada masyarakat tetapi juga sebagai penyerap air dan menyimpannya.



















