Demam menjadi salah satu gejala inflamasi atau peradangan pada tubuh. Menurut dokter Yanuar, demam bisa disebabkan oleh infeks bakteri, virus, parasit, atau jamur. Selain itu, demam bisa juga disebabkan oleh faktor lain non-infeksi, seperti kondisi psikologis bayi atau ketika bayi sedang tumbuh gigi.
“Jadi kalau misalnya ada anak yang mempunyai ketakutan tertentu sampai jadi demam. Ada mungkin anak-anak yang misalnya dibawa ke tempat tertentu, kangen rumahnya, kangan sama keluarganya, terus demam. Kemudian bisa juga karena tumbuh gigi, itu dia suatu hal yang fisiologis, non-infeksi. Jadi biasanya demam satu hari dia membaik sendiri,” kata Yanuar.
Demam bisa menjadi alarm tanda bahaya, khususnya ketika orang tua mendapati anak menunjukkan gejala-gejala seperti mengigau, hilang kesadaran, atau demam mencapai 41 derajat celcius.
Tanda bahaya lainnya ketika demam disertai dengan munculnya warna kemerahan di bawh kulit bayi serta benjolan atau bengkak yang tidak lazim pada tubuh bayi.
Jika tanda-tanda ini terjadi, meskipun demam baru berlangsung selama satu hari, segera periksakan buah hati ke dokter.
“Jadi misalnya orang tua kadang-kadang baru ngeh ‘oh ini lehernya bengkak’ atau misalnya ada tanda-tanda bengkak di tangan atau kaki, biarpun panasnya satu hari, langsung dibawa ke dokter. Bila perlu emergency, langsung bawa ke UGD. Enggak usah tunggu lagi besok,” kata Yanuar.