Surakarta, IDN Times – Menjelang peringatan Dies Natalis ke-50, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menegaskan kiprahnya sebagai perguruan tinggi unggulan dengan menambah enam Guru Besar baru. Pengukuhan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (10/2/2026) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS dan akan dipimpin langsung oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si.
Jelang Dies Natalis ke-50, UNS Kukuhkan 6 Guru Besar Baru

Intinya sih...
UNS memperkuat posisinya sebagai pusat ilmu multidisipliner dengan penambahan 6 Guru Besar baru.
Enam Guru Besar berasal dari berbagai fakultas dan akan menyampaikan pidato pengukuhan mengenai isu-isu strategis dalam bidang keilmuan masing-masing.
Kehadiran para Guru Besar diharapkan mendorong lahirnya inovasi, riset unggulan, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung bagi pembangunan nasional.
1. Perkuat Posisi UNS sebagai Pusat Ilmu Multidisipliner
Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Sri Sulistyowati, dr., Sp.OG(K), mengatakan penambahan enam Guru Besar ini memperkokoh posisi UNS sebagai pusat pengembangan ilmu multidisipliner. Bidang keilmuan yang diperkuat pun beragam, mulai dari ekonomi, teknik, pendidikan, biologi, hingga statistika dan machine learning.
“Momentum ini menjadi refleksi perjalanan lima dekade UNS dalam mencetak insan akademik unggul dan berdaya saing global,” ujar Prof. Sulistyowati dalam konferensi pers, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, kehadiran para Guru Besar diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi, riset unggulan, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung bagi pembangunan nasional.
2. Enam Guru Besar dari Berbagai Fakultas.
Enam Guru Besar yang akan dikukuhkan berasal dari lima fakultas berbeda. Mereka adalah Prof. Dr. Dwi Prasetyani dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Prof. Dr. Ir. Heru Sukanto dari Fakultas Teknik (FT), Prof. Dr. Muzzazinah dan Prof. Dr. Harlita dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof. Drs. Muhammad Agung Prabowo dari FEB, serta Prof. Dr. Dewi Retno Sari Saputro dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Masing-masing Guru Besar akan menyampaikan pidato pengukuhan yang menyoroti isu-isu strategis, mulai dari kewirausahaan perempuan, teknologi rekayasa material, biosistematika tumbuhan, embriologi hewan, tata kelola korporasi, hingga statistika berbasis machine learning.
Berikut nama Guru Besar beserta kepakarannya;
1. Prof. Dr. Dwi Prasetyani, S. E., M. Si., CIPE., CPRM. Guru Besar dalam bidang ilmu KepakaranKewirausahaan dan Pemberdayaan Perempuan pada FEB, dengan pidato pengukuhan berjudul ‘PeranPerempuan Pengusaha Dalam Perspektif Holistik: Antara Bisnis, Keluarga, Agama, Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan’.
2. Prof. Dr. Ir. Heru Sukanto, S.T., M.T. Guru Besar dalambidang ilmu kepakaran Teknologi Manufaktur pada FT, dengan pidato pengukuhan ‘Mensiasati TantanganLimbah Plastik dan Ban Bekas Menjadi Potensi BahanBaku Rekayasa Material Melalui Teknologi Serbuk’.
3. Prof. Dr. Muzzazinah, M.Si. Guru Besar dalam bidangilmu kepakaran Biosistematika Tumbuhan Tinggi pada FKIP, dengan judul pidato pengukuhan ‘IndigoferaLongeracemosa: Penemuan Kembali ManikamBerpotensi, Berpeluang Meningkatkan Marwah Batik’.
4. Prof. Dr. Harlita, S.Si., M.Si. Guru Besar dalam bidangilmu kepakaran Embriologi dan Perkembangan Hewanpada FKIP, dengan pidato pengukuhan
‘Dari Limbah Menjadi Harapan: Aktivitas Kulit BijiMete Sebagai Antifertilitas.
5. Prof. Drs. Muhammad Agung Prabowo, M.Si., Ph.D., Ak. Guru Besar dalam bidang ilmu kepakaran AkuntansiKeuangan dan Corporate Governance pada FEB, denganjudul pidato pengukuhan ‘Mereset Diskursus Corporate Governance di Indonesia: Esensi Teoretis, DinamikaPerkembangan, dan Bukti Empiris Multidimensi’.
6. Prof. Dr. Dewi Retno Sari Saputro, S.Si, M.Kom. Guru Besar dalam bidang ilmu kepakaran Statistika Machine Learning pada FMIPA, dengan pidato pengukuhanberjudul ‘Dialektika Data Teks, Sentimen serta RealitasSosial dalam Perspektif Statistika Machine Learning’.
3. Dorong Riset Unggulan dan Kepemimpinan Akademik
Sekretaris Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Mohammad Jamin, S.H., M.Hum., menambahkan bahwa kehadiran para Guru Besar baru diharapkan mampu memperkuat ekosistem akademik UNS secara berkelanjutan. Menurutnya, para profesor tidak hanya dituntut menghasilkan riset inovatif dan kolaboratif, tetapi juga menjadi teladan dalam integritas, etika, serta kepemimpinan akademik.
Selain itu, para Guru Besar baru diharapkan berperan aktif dalam pengembangan kebijakan berbasis keilmuan yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.