Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jembatan yang Pecah di The Geong Banyumas Ternyata Pakai Kaca Bekas

Jembatan yang Pecah di The Geong Banyumas Ternyata Pakai Kaca Bekas
Kecelakaan terjadi di jembatan kaca The Geong di Kabupaten Banyumas. (Facebook.com/Humas Pemkab Banyumas)

Banyumas, IDN Times - Penyelidikan insiden pecahnya Jembatan Kaca di The Geong Desa Limpakuwus, Kabupaten Banyumas ada sejumlah fakta yang ditemukan. Ternyata kaca yang digunakan sebagai bahan konstruksi jembatan kaca merupakan kaca bekas atau second.

Selain kaca bekas, kaca yang digunakan di wahana tersebut juga diketahui tidak sesuai standard.

1. Pengunaan kaca yang tak standar mengakibatkan kaca pecah disertai suara ledakan

Jembatan Kaca the Geong yang ada di kawasan hutan Limpakuwus ambrol dan menewaskan 1 orang, Rabu (25/10/2023).(IDN Times/Marnoto)
Jembatan Kaca the Geong yang ada di kawasan hutan Limpakuwus ambrol dan menewaskan 1 orang, Rabu (25/10/2023).(IDN Times/Marnoto)

Terungkapnya konstruksi jembatan kaca yang ternyata dari kaca bekas ini dari hasil pemeriksaan Bidlabfor Polda Jateng. "Pengelola menggunakan tempered glass second yang tidak standar," ujar Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepusaat konferensi pers di pendopo Polresta Banyumas, Senin (30/10/23).

Kombes Pol Edy Suranta Sitepu menjelaskan, pecahnya kaca pada wahana jembatan kaca The Geong dikarenakan pembagian beban pada struktur pilar penyangga tidak berfungsi secara optimal. Ini menyebabkan pada saat dilalui akan menimbulkan lendutan, keretakan dan pecahnya kaca disertai suara ledakan.

2. Pengelola ditetapkan sebagai tersangka

Jembatan kaca The Geong di Desa Limpakuwus, Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah. (Facebook.com/Humas Pemkab Banyumas)
Jembatan kaca The Geong di Desa Limpakuwus, Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah. (Facebook.com/Humas Pemkab Banyumas)

Polresta Banyumas saat ini telah menetapkan pemilik sekaligus pengelola wisata The Geong di Desa Limpakuwus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebagai tersangka dalam insiden pecahnya jembatan kaca yang mengakibatkan seorang pengunjung meninggal dunia.

Edy Suranta Sitepu mengatakan penetapan tersangka terhadap ES, pengelola objek wisata tersebut, setelah serangkaian penyelidikan serta pemeriksaan 16 saksi, termasuk keterangan ahli konstruksi.

3. Polda Jateng minta evaluasi jembatan kaca di wahana wisata lain

Petugas saat menunjukan lokasi ambrolnya jembatan kaca The Geong di Lokasi wisata Limpakuwus, Rabu (25/10/2023).(IDN Times/Sutrisno)
Petugas saat menunjukan lokasi ambrolnya jembatan kaca The Geong di Lokasi wisata Limpakuwus, Rabu (25/10/2023).(IDN Times/Sutrisno)

Polda Jawa Tengah Ia pada penyelidikan kasus ini telah memberikan dukungan dengan menerjunkan tim Laboratorium Forensik. "Jadi labfor sudah melaporkan tentang adanya dugaan konstruksi di tempat kejadian yang dinilai tidak sesuai," katanya.

Polda juga meminta pengelola tempat wisata yang menyediakan wahana jembatan kaca untuk melakukan pemeriksaan ulang tentang unsur kelayakan dan keselamatannya.

"Untuk pengelola tempat wisata yang menyediakan wahana jembatan kaca agar melakukan pemeriksaan kelayakan, untuk memastikan wahana yang disediakan ini aman atau tidak," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Satake Bayu Setianto.

Menurut dia, hal tersebut sebagai bagian dari antisipasi agar kejadian kecelakaan jembatan kaca di The Geong di Desa Limpakuwus, Kabupaten Banyumas, yang menewaskan seorang wisatawan tidak terulang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Bangun Kantor Baru, Kejari Banyumas Siapkan Anggaran Rp11,8 Miliar

07 Apr 2026, 17:23 WIBNews