Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga HP dan Laptop Naik, Inflasi Mei 2026 di Jateng Capai 0,23 Persen

Harga HP dan Laptop Naik, Inflasi Mei 2026 di Jateng Capai 0,23 Persen
Ilustrasi gadget (pexels.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • BPS Jawa Tengah mencatat inflasi Mei 2026 sebesar 0,23 persen, naik dibanding April yang deflasi 0,03 persen dengan inflasi tahunan mencapai 2,85 persen dan IHK sebesar 111,29.
  • Kenaikan harga HP, laptop, serta komoditas hortikultura seperti cabai menjadi penyumbang utama inflasi bersama kelompok makanan, komunikasi, dan perumahan.
  • Inflasi tertinggi terjadi di Cilacap sebesar 3,22 persen dan terendah di Rembang sebesar 2,59 persen; BPS menekankan pentingnya pemantauan harga pangan dan distribusi barang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Semarang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi mencatat inflasi bulan Mei 2026 di Provinsi Jawa Tengah mencapai 0,23 persen secara bulanan. Sejumlah komoditas memicu inflasi antara lain kenaikan harga handphone (HP) dan laptop. 

1. Inflasi bulan Mei lebih tinggi daripada April

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said. (IDN Times/bt)
Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said. (IDN Times/bt)

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ali Said mengatakan, inflasi bulan Mei 2026 ini lebih tinggi dibandingkan bulan April 2026 yang mengalami deflasi minus 0,03 persen. Sedangkan, inflasi bulan Mei 2026 secara tahunan sebesar 2,85 persen. Adapun, indeks harga konsumen (IHK) pada periode tersebut sebesar 111,29.

“Inflasi bulan Mei 2026 ini disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,07 persen. Ini akibat meningkatnya harga komoditas hortikultura seperti cabai karena dipengaruhi faktor cuaca,’’ ungkapnya dalam siaran pers secara daring, Selasa (2/6/2026).

Selanjutnya, penyumbang terbesar kedua inflasi berasal dari kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan andil 0,06 persen. Kemudian, disusul kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,05 persen.

2. Kenaikan harga barang berbasis impor

ilustrasi impor barang (pexels.com/Chanaka)
ilustrasi impor barang (pexels.com/Chanaka)

‘’Kondisi ini dipengaruhi oleh kenaikan harga barang berbasis impor seperti telepon seluler dan laptop, serta meningkatnya harga komponen energi khususnya bahan bakar rumah tangga,’’ ujar Ali.

Adapun, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada Mei 2026 secara tahunan antara lain emas perhiasan, beras, cabai rawit, minyak goreng, daging ayam ras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), telepon seluler, cabai merah, bawang merah, laptop/notebook, nasi dengan lauk, mobil, Sigaret Kretek Tangan (SKT), serta pendidikan.

3. Inflasi tertinggi di Cilacap

Seorang pedagang cabai di Pasar Karangayu Semarang tengah menata dagangan cabainya. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Seorang pedagang cabai di Pasar Karangayu Semarang tengah menata dagangan cabainya. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sementara, inflasi tertinggi terjadi di Cilacap sebesar 3,22 persen dengan IHK sebesar 111,05 dan terendah terjadi di Kabupaten Rembang sebesar 2,59 persen dengan IHK sebesar 114,57.

Ali menambahkan, perkembangan inflasi di Jawa Tengah masih perlu terus dicermati untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

‘’Pemantauan harga pangan dan distribusi barang menjadi faktor penting dalam pengendalian inflasi daerah,’’ tandasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More