Jokowi Buka Suara Soal Korupsi Pertamina, Pelaku Harus Diproses Hukum

1. Mengaku tidak ada kecurigaan.

Jokowi mengatakan selama menjabat ia mengaku tidak ada kecurigaan dalam kurun waktu pemeritahanya pada 2018-2023 lalu. Namun pihaknya memastikan akan menindak tegas jika telah mengetahuinya saat itu.
"Ya kalau ada sudah digebuk dulu," ujar Jokowi saat ditemui di kediamannya Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (6/3/2025).
Saat disinggung apakah merasa kecolongan, Jokowi tak menjawab secara tegas. Ia mengatakan jika dalam pengelolaan Pertamina ada sebuah manajemen besar.
"Ya sekali lagi ini manajemen besar ya, manajemen besar. Saya kira manajemen kontrol oleh komisaris manajemen kontrol oleh direksi, harus detail," tegasnya.
2. Pelaku diproses hukum

Menurut Jokowi, sepengetahuannya seluruh produk Pertamina telah melalui proses verifikasi, pengecekan dan diberi kelayakan untuk dijual.
Ia juga meminta kepada pelaku yang telah ditangkap untuk diproses sesuai hukum.
"Kalau sekarang ada masalah, tahun 2018-2023, ya diproses saja sesuai hukum yang ada. Siapapun," ujar kata Jokowi.
"Jadi semuanya ada proses, produknya juga dites, dicek, semuanya. Tapi apapun yang namanya penyelewengan itu bisa saja terjadi," sambungnya.
3. Harus miliki manajemen yang kuat

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, Pertamina merupakan BUMN yang besar dan kuat. Sehingga harus memiliki manajemen yang kuat dalam mengelola semua proses yang ada.
"Manajemen itu ada yang namanya direksi, dirut dan direksi, kemudian ada juga yang namanya komisaris untuk pengawasan. Semuanya itu dipilih lewat proses, yang namanya proses TPA. Dilihat oleh Menteri BUMN, oleh Menteri ESDM, kemudian lewat TPA, baru masuk ke saya,” jelas Jokowi.
“Jadi semua lewat proses. Tidak bisa secara ujuk-ujuk (mendadak). Karena sekali lagi, ini menyangkut pengelolaan aset yang sangat besar sekali," sambungnya.



















