Tanggapi JK Soal Permintaan Tunjukkan Ijazah, Ini Jawaban Jokowi

- Jokowi menegaskan enggan berspekulasi soal polemik ijazah palsu dan memilih menyerahkan seluruh persoalan kepada proses hukum yang berlaku.
- Ia menilai permintaan untuk menunjukkan ijazah tidak tepat, karena menurut prinsip hukum, pihak penuduhlah yang wajib membuktikan tuduhannya.
- Jokowi mengapresiasi langkah Jusuf Kalla melapor ke Bareskrim Polri dan menyebut penyelesaian melalui jalur hukum sebagai tindakan yang benar.
Surakarta, IDN Times - Presiden ke-7 RI, Joko “Jokowi” Widodo, angkat bicara terkait polemik dugaan ijazah palsu yang kembali mencuat dan turut menyeret nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Jokowi menegaskan tidak ingin berspekulasi dan memilih menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut ke jalur hukum.
Hal itu disampaikan Jokowi saat ditemui di kediamannya di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (10/6/2026).
1. Jokowi Enggan Berspekulasi Soal Nama

Jokowi menekankan dirinya tidak ingin menanggapi lebih jauh terkait pihak-pihak yang disebut dalam polemik tersebut. Ia memilih bersikap hati-hati dan menyerahkan semuanya kepada proses hukum.
“Saya tidak ingin berspekulasi, serahkan semuanya pada proses hukum yang ada,” ujar Jokowi.
Ia juga kembali menegaskan bahwa setiap tuduhan harus disertai bukti yang jelas, bukan sekadar opini.
2. Tegaskan Prinsip: Penuduh Harus Membuktikan

Menanggapi permintaan agar dirinya menunjukkan ijazah asli, Jokowi menilai hal itu tidak tepat. Ia menegaskan dalam prinsip hukum, pihak yang menuduhlah yang wajib menghadirkan bukti.
“Itu juga serahkan pada proses hukum. Dan memang mestinya yang menuduh yang membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan,” tegasnya.
Menurut Jokowi, jika logika tersebut dibalik, maka bisa berdampak buruk dalam praktik hukum di masyarakat.
“Nanti semua orang bisa menuduh, lalu yang dituduh yang harus membuktikan. Itu jadi terbalik,” lanjutnya.
3. Serahkan pada proses hukum yang ada.

Jokowi juga menanggapi langkah Jusuf Kalla yang melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri. Ia menilai upaya tersebut sebagai langkah yang tepat dalam menyelesaikan persoalan.
“Ya bagus, diserahkan ke proses hukum itu hal yang bagus,” kata Jokowi.
Terkait adanya tokoh besar yang sempat disebut dalam isu ini, Jokowi kembali menegaskan sikapnya untuk tidak berspekulasi.
“Saya tidak mau berspekulasi mengenai nama, karena itu perlu bukti-bukti dan fakta hukum. Serahkan semuanya pada proses hukum,” pungkasnya.

















