Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Judi Online Bisa Jadi Toksik di Keluarga, Picu Perceraian
ilustrasi judi online (unsplash.com/Erik Mclean)
  • Judi online dapat merusak rumah tangga dan berimplikasi pada perceraian, terutama bagi laki-laki sebagai kepala keluarga.
  • Tingginya angka perceraian disebabkan oleh cekcok kecil yang berkepanjangan akibat judi online, dengan 516 ribu perceraian dari 1,5 juta pernikahan di tahun 2023.
  • BKKBN melakukan pembinaan keluarga untuk menciptakan keluarga yang tentram, mandiri, dan bahagia serta mengkritisi perilaku tidak menguntungkan seperti judi online.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Judi online bisa menjadi toksik dan mengganggu keharmonisan keluarga. Bahkan, praktik ini pun dapat berimplikasi besar pada perceraian rumah tangga. 

1. Judi online buat pelaku terlena

Kepala BKKBN, dokter Hasto saat ditemui di acara Apresiasi dan Penghargaan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 di Hotel PO Semarang, Rabu (26/06/2024). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dokter Hasto Wardoyo mengatakan, judi online dapat merusak rumah tangga. Apalagi, pelaku judi online ini mayoritas adalah laki-laki.

‘’Judi online ini akan membuat perhatian kepala rumah tangga kepada anak istrinya menjadi terlena. Karena istri dan anaknya akan dicarikan rezeki dari spekulasi, yakni legal juga tidak, halal juga tidak. Mau jadi seperti apa keluarganya?,’’ ungkapnya saat ditemui di kegiatan Hari Keluarga Nasional Ke-31 di Kota Semarang, Kamis (27/6/2024).

2. Timbulkan percekcokan rumah tangga

ilustrasi pasutri (pexels.com/cottonbro studio)

Menurut Hasto, tingginya angka perceraian saat ini juga dipicu dari cekcok kecil yang berkepanjangan.

‘’Saya yakin judi ini juga akan menimbulkan percekcokan dari yang kecil hingga besar di keluarga. Sebab, suami jadi melayang terus pikirannya. Berangan-angan tinggi tidak mendarat. Mosok kasih rezeki pada anak istrinya pakai yen ana, yen menang (kalau ada, kalau menang, red),’’ jelasnya.

Dengan demikian, konflik kecil-kecilan berkepanjangan tersebut akhirnya bisa menjadi penyebab perceraian. Menurut laporan Statistik Indonesia pada tahun 2023, angka perceraian tergolong tinggi. Tercatat ada 516 ribu perceraian dari 1,5 juta pernikahan di tahun tersebut.

3. BKKBN kampanyekan iBangga

ilustrasi keluarga dengan perbedaan generasi (pexels.com/RDNE Stock project)

Hasto menuturkan, pelaku judi ini mayoritas laki-laki, dan laki-laki ini kepala rumah tangga. Sehingga, judi online ini ancaman bahaya bagi keluarga, bahkan toksik di keluarga.

Terkait maraknya judi online ini, BKKBN akan terus melakukan bina keluarga. Tujuannya, agar setiap keluarga bisa tentram, mandiri, dan bahagia.

"Ini namanya iBangga (Indeks Pembangunan Keluarga). BKKBN selalu kampanye tiga hal ini, tentram, mandiri, dan bahagia. Termasuk perilaku-perilaku yang tidak menguntungkan ini kita kritisi termasuk judi online ini,’’ tandas Hasto.

Editorial Team

Related Article