Jumlah Pemudik Lebaran Menurun 15 Persen Akibat Efek WFA

- Volume arus mudik Lebaran turun 15 persen karena aturan WFA dan imbauan pengusaha untuk memberikan kelonggaran kerja dimana saja.
- Penurunan juga disebabkan imbauan Presiden Prabowo Subianto agar pengusaha mencairkan uang THR lebih awal, memungkinkan pemudik pulang kampung lebih awal.
- Pihak legislatif memuji perusahaan pelayaran dan pemda atas suksesnya pelaksanaan arus mudik dan balik, dengan arus balik dilakukan lebih awal pada H+4.
Semarang, IDN Times - Volume arus mudik Lebaran mengalami penurunan hingga 15 persen lantaran dipengaruhi sejumlah faktor teknis. Berdasarkan pengakuan Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, berkurangnya volume arus mudik cenderung disebabkan munculnya aturan WFA yang diberlakukan sejumlah kementerian.
1. Bambang Haryo ungkap penyebab turunnya arus mudik

Ia mengungkapkan turunnya volume arus mudik tak melulu dikaitkan dengan daya beli masyarakat yang melemah.
"Arus mudik terjadi penurunan 15 persen bukan karena daya beli menurun. Tapi lebih karena pak menteri (Menhub) mengimbau pengusaha bisa memberikan kelonggaran bagi karyawannya untuk WFA (Work Form Anyware). Jadi bisa kerja dimana saja. Rupanya cara ini berhasil," kata legislator Gerindra tersebut tatkala memantau arus balik Lebaran yang difasilitasi Dharma Lautan Utama (DLU) di dermaga Nusantara Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (4/4/2025) malam.
2. Pemberian THR lebih awal pengaruhi arus mudik

Arus mudik yang mengalami penurunan juga disebabkan langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengimbau para pengusaha guna mencairkan uang THR lebih awal dari jadwal biasanya.
Dampak dari berbagai kebijakan pemerintah itulah, katanya yang membuat masyarakat pulang kampung lebih awal.
"Pak presiden juga menghimbau pengusaha memberikan THR lebih awal. Jadi pemudik bisa mudik jg awal. Terutama yang kerja di kelapa sawit. Arus mudik biasanya 15 hari ternyata mengalami penurunan. Ini langkah bagus dsri pemerintah untuk dilakukan tahun depan agar bisa lebih awal lagu agar dampak ledakan pemudik, ketidakmampuan kapasitas angkut dapat dihindari. Sehingga standarisasi keamanan dan keselamatan dapat tercapai dengan baik," urainya.
3. Tidak ada kapal yang docking

Secara keseluruhan pihaknya juga memuji perusahaan pelayaran yang jadi operator kapal serta pemda sebagai regulator yang turut mensukseskan pelaksanaan arus mudik bahkan termasuk arus balik.
Khusus arus balik pihaknya mengaku pelaksanaan bisa dilakukan lebih awal pada H+4 dan bisa berlangsung dengan lancar.
"Tapi arus mudik termasuk sukses. Untuk arus balik ini juga jauh lebih awal. Mereka sudah mulai jalan mulai H+4. Ini bukti bahwa arus mudik dan arus balik ini sudah ada keinginan dari operator dan regulator memantau 24 jam. Dan sudah laksanakan tugas yang dengan baik. Tidak ada satupun kapal yang docking. Ini patut diapresiasi. Semoga sampai akhir arus balik tetap berjalan baik," paparnya.


















