Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kinerja UMKM Jateng Melesat di KKI 2026, Omzet Tembus Rp2,94 Miliar
Perajin menenun kain khas Lampung saat Pameran Karya Kreatif Indonesia 2026 di JICC, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
  • Sebanyak 11 UMKM Jawa Tengah mencatat transaksi Rp2,94 miliar selama KKI 2026 di Jakarta, naik Rp1,93 miliar dibandingkan Rp1,009 miliar pada KKI 2025.
  • Business matching menghasilkan 11 peluang kerja sama senilai minimal Rp4,41 miliar di sektor furnitur, dekorasi, makanan-minuman, kerajinan, dan kopi untuk pasar lima negara.
  • KKI 2026 secara nasional membukukan penjualan sementara Rp144,2 miliar dan business matching ekspor Rp169,9 miliar, dengan Bank Indonesia menekankan penguatan ekosistem UMKM berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebelas UMKM dari Jawa Tengah ikut acara KKI 2026 di Jakarta. Mereka menjual batik, baju, dan barang kerajinan. Selama empat hari, uang penjualan mereka jadi Rp2,94 miliar. Mereka juga punya peluang menjual barang ke lima negara. Sekarang, Bank Indonesia ingin membantu UMKM supaya terus tumbuh dan produknya dikenal banyak orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Perhelatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 20–23 Agustus 2026 membawa angin segar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia. Khusus untuk perwakilan Jawa Tengah, ajang ini sukses memperluas pasar sekaligus mencetak lonjakan kinerja penjualan secara signifikan.

Perluasan Ragam Produk

Pengunjung melihat produk-produk kerajinan saat Pameran Karya Kreatif Indonesia 2026 di JICC, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 11 UMKM Jawa Tengah berpartisipasi secara luring (offline), meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah enam peserta. Keterlibatan ini menghasilkan kinerja positif dengan total transaksi mencapai Rp2,94 miliar selama empat hari pameran. Angka tersebut melonjak Rp1,93 miliar dibandingkan pencapaian KKI 2025 yang berada di angka Rp1,009 miliar.

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Jawa Tengah menilai keberhasilan ini merupakan hasil dari perluasan ragam produk terkurasi yang sukses menarik minat dan memperluas preferensi konsumen.

Kesebelas UMKM unggulan tersebut adalah Batik Pusaka Beruang, Batik Maranata Ong’s Art, Batik Eka, Batik Alfa Shoofa, Muria Batik, Batik Kidang Mas, Batik Sekar Mulyo, Batik Gading Kencana, Batik Pramesti, Rorokenes, dan Syams Indonesian Handicraft. Ragam produk yang dipamerkan meliputi fesyen wastra, pakaian siap pakai (ready to wear), hingga ragam aksesori.

Potensi Ekspor Tembus Lima Negara

Pengunjung melihat produk-produk kerajinan saat Pameran Karya Kreatif Indonesia 2026 di JICC, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Selain transaksi penjualan langsung, delegasi UMKM Jawa Tengah juga unjuk gigi dalam Business Matching Ekspor. Terdapat 11 peluang kerja sama di sektor furnitur, dekorasi rumah, makanan dan minuman olahan, kerajinan, serta kopi bersama pembeli domestik maupun mancanegara.

Bentuk kerja sama yang terjalin meliputi pesanan pembelian (Purchase Order), Letter of Intent (LoI), hingga penawaran harga (quotation offer). Nilai potensi transaksi yang teridentifikasi mencapai tidak kurang dari Rp4,41 miliar.

Target pasar potensial untuk produk-produk ini mencakup Prancis, Afrika Selatan, Jepang, Amerika Serikat, dan Singapura. Aktivitas Business Matching ini membuktikan lebarnya peluang ekspor, investasi, hingga usaha patungan (joint venture) bagi pelaku usaha lokal di Jawa Tengah.

Kontribusi pada Pencapaian Nasional

Pengunjung melihat produk-produk kerajinan saat Pameran Karya Kreatif Indonesia 2026 di JICC, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Kinerja impresif dari Jawa Tengah turut menopang keberhasilan KKI 2026 di tingkat nasional. Secara keseluruhan, KKI 2026 mencatat penjualan sementara sebesar Rp144,2 miliar hingga 22 Agustus 2026, naik 46 persen dari edisi 2025.

Agenda Business Matching ekspor nasional juga sukses menembus angka Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Dari sisi pembiayaan, realisasi tercatat menyentuh Rp285 miliar, naik 30,3 persen dibandingkan rata-rata pencapaian tiga tahun terakhir.

Membangun Ekosistem UMKM Berkelanjutan

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman saat upacara penutupan KKI 2026. (Dok. Bank Indonesia)

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman, pada upacara penutupan KKI 2026 menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar ruang promosi, melainkan ekosistem terpadu dari hulu ke hilir. Mengusung tema Beudaya MeusareSare atau Berdaya Bersama-sama, KKI hadir untuk mendorong agar karya UMKM makin dikenal dan mampu menembus pasar global.

"Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung," jelas Aida.

Dukungan nyata dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan UMKM agar mampu bersaing.

"Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk Indonesia dan bisa tumbuh, tangguh, dan berdaya saing," tutup Aida.

Curated For You

Editorial Team

Related Article