Semarang, IDN Times - Hari mulai beranjak siang ketika Mohammad Kholil tiba di sebuah kebun durian dekat rumahnya, Kampung Kuncen, Kelurahan Bubagan, Mijen, Kota Semarang. Di belakangnya menyusul Kahono, seorang tetangganya. Selain sebagai tetangga, Kahono rupanya menjadi orang kepercayaan Kholil untuk urusan panjat memanjat.
Walau berperawakan kurus, ternyata Kahono punya kemampuan memanjat pohon durian yang luar biasa. Ia tak keder sedikitpun saat memanjat pohon durian yang tingginya mencapai 15--35 meter.
IDN Times pun melihat sendiri betapa mahirnya Kahono memanjat pohon durian. Gerakan kakinya sangat cepat. Kedua tangannya cekatan ketika menggapai sela-sela pohon sebagai tempat pijakan.
Tak ayal, dengan kemampuannya yang langka tersebut Kahono sejak lama dipercaya Kholil untuk memetik buah durian yang sudah matang.
Saat memanjat, ia sama sekali tak memakai alat pengaman. Bahkan, ia tak memakai alas kaki. Modalnya hanya seutas tali rafia dan sebuah galah atau biasa disebut genter. Hanya dalam waktu setengah jam, Kahono sudah sampai di ujung pohon durian.
"Kalau metik durian tinggal genternya dikaitkan tangkai buahnya, biasanya langsung putus sendiri," ujarnya, ketika berbincang dengan IDN Times, Kamis (12/1/2023).
