Kronologi 17 Mahasiswa Undip Semarang Korban Giveaway Iphone 17, Waspada!

- Pelaku mengambil alih akun BEM Undip, memposting konten giveaway bodong, dan memanipulasi korban dengan desain visual resmi.
- 17 mahasiswa menjadi korban penipuan hingga melakukan transaksi keuangan.
- Laporan peretasan sulit diproses karena akun sudah kembali ke tangan admin resmi.
Semarang, IDN Times - Jagat media sosial di lingkungan akademik Universitas Diponegoro (Undip) mendadak gaduh pada Selasa (13/1/2026). Akun Instagram resmi BEM Undip yang biasanya berisi informasi kegiatan mahasiswa, tiba-tiba berubah menjadi lapak penipuan. Insiden peretasan ini memakan korban materiil dengan modus giveaway "Tebus Murah" barang mewah, mulai dari Logam Mulia Antam 25 gram hingga iPhone 17 Pro Max.
1. Kronologi serangan bot dan manipulasi visual

Peristiwa itu menjadi peringatan keras mengenai kerentanan keamanan digital, bahkan bagi institusi resmi. Berdasarkan investigasi internal BEM Undip, serangan siber tersebut terjadi pada waktu "serangan fajar", yakni rentang pukul 04.00 hingga 06.30 WIB.
Para peretas melancarkan aksinya dengan cara yang terencana. Pihak tidak bertanggung jawab mengambil alih akun menggunakan bot yang secara otomatis menutup akses admin resmi BEM Undip. Setelah menguasai akun, pelaku mengunggah konten giveaway bodong.
Agar terlihat meyakinkan, pelaku memanipulasi korban dengan meniru format desain visual resmi BEM Undip.
Tampilan yang identik dengan unggahan organisasi membuat pengikut akun—yang mayoritas mahasiswa—terkecoh. Korban diarahkan berkomunikasi via WhatsApp atau Telegram ke nomor 0895405387605 dan diminta mentransfer dana ke rekening CIMB Niaga nomor 708665522500 atas nama Siti Nur Azizah.
BEM Undip mencatat sebanyak 17 orang telah menjadi korban penipuan hingga melakukan transaksi keuangan.
BEM Undip Siap Dampingi Korban ke Polisi

Presiden BEM Undip, Nur Maajid Taufiqurrahman mengatakan, pihaknya tidak akan lepas tangan meski secara hukum pelaporan kerugian materiil harus dilakukan oleh pemilik dana (korban) masing-masing.
"Semua akun atau orang yang mengaku korban di kolom DM Instagram BEM Undip sudah diteruskan ke chat secara individu melalui WhatsApp. Dan sudah diberikan panduan pelaporan juga," katanya saat dihubungi IDN Times, Selasa (20/1/2026).
Maajid menjelaskan, pihaknya siap memberikan pendampingan penuh, terutama bagi korban yang berstatus mahasiswa Undip dan berada di Semarang.
"Buat pusat pelaporan yang mahasiswa Undip sedang kita tanya posisinya di mana. Semisal di Semarang, akan kami bantu temani atau bimbing ke kepolisian siber untuk pelaporannya," tegasnya.
3. Kendala pelaporan akun dan peningkatan keamanan

Dalam upaya penanganan hukum, BEM Undip terkendala administratif di kepolisian terkait status akun Instagram yang sudah pulih. Maajid mengungkapkan, laporan peretasan sulit diproses sebagai kasus utama karena kendali akun sudah kembali ke tangan admin resmi.
"Setelah akun BEM diretas, kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Namun, untuk melaporkan dari BEM Undip tidak bisa karena akunnya sudah balik ke admin. Kecuali masih di-hack, seperti itu katanya (polisi)," jelas Maajid.
Meski demikian, BEM Undip tetap berupaya memberikan laporan dan berkoordinasi lebih lanjut dengan polisi serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang, sistem keamanan akun kini diperketat.
"Sudah, kita sudah pasang 2 faktor (autentikasi dua langkah) dan memakai aplikasi penunjang untuk pengamanan serta mengganti password secara berkala," tambah Maajid.


















