Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kualitas Udara Semarang 24 Agustus: Sedang, Waspada Debu PM2.5, Pakai Masker Lur!
Suasana siang hari di daerah Semarang bawah. (IDN Times/Dhana Kencana)
  • Kualitas udara Kota Semarang berada di kategori Sedang hingga Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif dengan skor AQI 97 - 112.

  • Polutan utama didominasi PM2.5 akibat puncak musim kemarau, polusi kendaraan, dan pergerakan debu jalanan.

  • Suhu maksimal menembus 34°C dengan indeks UV sangat tinggi, hindari paparan langsung pada pukul 11.00 - 15.00 WIB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Udara di Semarang hari ini agak kotor karena debu kecil PM2.5 dan asap kendaraan. Cuacanya juga sangat panas, sampai 33–34 derajat. Matahari kuat sekali. Anak-anak, orang tua, dan orang yang punya asma sebaiknya pakai masker saat di luar. Jangan lama-lama di luar saat siang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Halo, Cah Semarang! Mengawali hari Senin yang super sibuk ini—entah kamu lagi siap-siap riding motor ke kantor atau mau mampir ngopi di kafe outdoor—ada baiknya cek kondisi cuaca dulu, yuk. Hari ini matahari lagi semangat-semangatnya bersinar, dan kualitas udara kita lagi butuh perhatian ekstra supaya aktivitasmu tetap aman dan nyaman.

1. Kondisi Udara Kota Semarang

Matahari menyinari Kota Semarang saat siang hari. (IDN Times/Dhana Kencana)

Menurut data IQAir dan AQICN, kualitas udara Kota Semarang hari ini terpantau berada di kategori Sedang hingga Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif, dengan angka AQI real-time di kisaran 97 hingga 112. Polutan utama yang mendominasi udara kita saat ini adalah partikel halus PM2.5.

Udara yang kurang bersahabat ini makin terasa karena cuaca yang sangat panas, mencapai suhu maksimum 33°C - 34°C dengan kelembapan udara yang tergolong kering di angka 40%.

2. Pantauan Pemicu Polusi dan Debu Jalanan

Cuaca panas di Kota Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Meningkatnya polusi debu di kota ini sangat dipengaruhi oleh musim kemarau yang kering dan cuaca terik menyengat. Selain itu, pergerakan debu jalanan dan polusi asap dari kendaraan bermotor ikut memperburuk keadaan udara. Kondisi ini juga diperparah oleh hembusan angin dari arah tenggara yang secara aktif membawa dan menyebarkan partikel debu jadi lebih intens di sekitar kita.

3. Info Ekstra Parameter BMKG

Cuaca panas di kawasan Kota Lama Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Berdasarkan analisis dari BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, nilai debu partikulat melayang (SPM) di udara tercatat berada di kisaran 90 µg/m³, yang mengonfirmasi bahwa status polusi memang berada di tingkat Sedang. Hal lain yang perlu diwaspadai adalah paparan sinar UV matahari hari ini yang masuk skala 8-9 (kategori sangat tinggi).

Biar tetap fit menjalani hari yang panas dan berdebu ini, jangan lupa terapkan beberapa langkah keselamatan berikut:

  • Gunakan Masker

    • Buat kamu yang termasuk kelompok rentan seperti penderita asma, ISPA, lansia, dan anak-anak, sangat disarankan untuk selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

  • Batasi Aktivitas Siang Hari

    • Hindari olahraga berat atau aktivitas jangka panjang di outdoor pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, karena ini adalah waktu di mana udara terasa paling terik dan paparan sinar UV sedang tinggi-tingginya.

  • Tutup Ventilasi Rumah

    • Kalau tempat tinggal kamu berada di pinggir jalan raya utama atau area industri, pastikan menutup jendela dan ventilasi rapat-rapat saat siang hari guna menghalau partikel debu halus masuk ke dalam rumah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article