Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Libur Sekolah Mau Main? Ingat 6 Aturan Keselamatan Listrik Biar Aman

Libur Sekolah Mau Main? Ingat 6 Aturan Keselamatan Listrik Biar Aman
PLN UPT Salatiga melalui Program Sinau Listrik mengajak para pelajar memahami cara menggunakan dan menikmati listrik dengan aman selama masa liburan sekolah. (dok. PLN)
Intinya Sih
  • PLN UPT Salatiga menggelar Program Sinau Listrik untuk siswa TK dan SD guna mengenalkan keselamatan penggunaan listrik menjelang libur sekolah.
  • Edukasi menekankan enam aturan penting, seperti tidak bermain layang-layang dekat jaringan listrik, tidak memanjat menara, serta menjauhi gardu induk tanpa izin.
  • Kegiatan interaktif ini mendorong anak menjadi Duta Keselamatan Listrik di rumah dan meningkatkan kesadaran menjaga fasilitas kelistrikan demi keamanan bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Salatiga, IDN Times – Libur sekolah menjadi momen yang paling ditunggu anak-anak. Waktu luang biasanya diisi dengan bermain di luar rumah, berkumpul bersama teman, hingga menerbangkan layang-layang.

Namun, di balik keseruan tersebut ada risiko yang sering diabaikan, yaitu bahaya bermain di sekitar instalasi listrik. Maka itu, PLN UPT Salatiga melalui Program Sinau Listrik mengajak para pelajar memahami cara menggunakan dan menikmati listrik dengan aman selama masa liburan sekolah.

Edukasi tersebut diberikan kepada siswa TK Al Azhar Salatiga dan SD Negeri Mayang, Sukoharjo, menjelang libur panjang tahun ajaran 2026–2027. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami sesuai usia peserta.

Nah, apa saja aturan keselamatan yang anak-anak perlu ingat selama liburan sekolah? Yuk simak.

1. Jangan bermain layang-layang di dekat jaringan listrik

pln, layang layang, jaringan listrik, listrik
Ilustrasi anak-anak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik. (dok. PLN)

Menerbangkan layang-layang memang menjadi permainan favorit saat liburan. Namun, lokasi bermain harus dipilih dengan cermat.

Hindari area yang berada di bawah atau dekat jaringan listrik. Benang layang-layang dapat tersangkut pada kabel listrik dan berpotensi menyebabkan kecelakaan maupun gangguan pasokan listrik.

PLN mengimbau anak-anak memilih lapangan atau area terbuka yang jauh dari jaringan transmisi maupun distribusi listrik.

2. Menara listrik bukan tempat bermain atau berfoto

sinau listrik, edukasi listrik
PLN UPT Salatiga melalui Program Sinau Listrik mengajak para pelajar memahami cara menggunakan dan menikmati listrik dengan aman selama masa liburan sekolah. (dok. PLN)

Menara transmisi terlihat kokoh dan menjulang tinggi, tetapi bukan tempat untuk dipanjat.

Selain berbahaya karena berada dekat dengan aliran listrik bertegangan tinggi, aktivitas memanjat menara juga dapat mengancam keselamatan jiwa.

3. Jangan masuk ke area gardu induk tanpa izin

pln, pln uit, petugas pln, petugas kelistrikan
Petugas kelistrikan melaksanakan pemeliharaan rutin dua tahunan pada Transformator (Trafo) 2 150 kV 60 MVA di Gardu Induk (GI) Gondangrejo oleh Tim PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Surakarta. (dok. PLN)

Gardu induk merupakan fasilitas penting yang berfungsi menyalurkan listrik ke masyarakat.

Karena di dalamnya terdapat peralatan bertegangan tinggi, masyarakat, terutama anak-anak, tidak boleh memasuki area gardu tanpa izin petugas.

4. Kenali perjalanan listrik ke rumah

sinau listrik, edukasi listrik
PLN UPT Salatiga melalui Program Sinau Listrik mengajak para pelajar memahami cara menggunakan dan menikmati listrik dengan aman selama masa liburan sekolah. (dok. PLN)

Selain mengajarkan keselamatan, Program Sinau Listrik juga mengenalkan bagaimana listrik sampai ke rumah pelanggan.

Para siswa belajar bahwa listrik berasal dari pembangkit, kemudian disalurkan melalui jaringan transmisi menuju gardu induk sebelum akhirnya didistribusikan ke rumah, sekolah, dan berbagai fasilitas umum.

Dengan memahami proses tersebut, anak-anak diharapkan semakin menghargai pentingnya menjaga fasilitas kelistrikan.

5. Berani bertanya soal listrik itu penting

sinau listrik, edukasi listrik
PLN UPT Salatiga melalui Program Sinau Listrik mengajak para pelajar memahami cara menggunakan dan menikmati listrik dengan aman selama masa liburan sekolah. (dok. PLN)

Selama kegiatan berlangsung, siswa aktif bertanya mengenai listrik dan cara menjaga keselamatan.

Metode belajar interaktif seperti ini membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap teknologi yang digunakan setiap hari.

6. Jadilah “Duta Keselamatan Listrik” di rumah

pln, petugas pln, tambah daya listrik
Petugas PLN sedang menambah daya listrik pelanggan. (dok. PLN)

Pengetahuan tentang keselamatan listrik tidak berhenti di sekolah. Anak-anak juga bisa mengingatkan keluarga dan teman agar tidak bermain di sekitar instalasi listrik serta segera melapor kepada petugas jika menemukan kondisi jaringan listrik yang berbahaya.

Manager PLN UPT Salatiga, Ardylla Rommyonegge mengatakan, edukasi keselamatan ketenagalistrikan perlu dilakukan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui Program Sinau Listrik, PLN berupaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai manfaat listrik serta pentingnya menjaga keselamatan saat berada di sekitar instalasi ketenagalistrikan. Menjelang liburan sekolah, kami juga mengingatkan siswa agar tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik demi keselamatan bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (27/6/2026).

Sementara itu, General Manager PLN UIT Jawa Bagian Tengah, Handy Wihartady, berharap edukasi tersebut mampu meningkatkan literasi masyarakat mengenai ketenagalistrikan sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk menjaga keselamatan dan keandalan pasokan listrik.

Dengan memahami aturan sederhana tersebut, liburan sekolah tak hanya menjadi lebih menyenangkan, tetapi juga lebih aman bagi semua.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More