Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Macan Kumbang dari Bawang Batang Dievakuasi BKSDA ke Dolphin Center
Kepala BKSDA Jateng Dyah Sulistyari. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • BKSDA Jawa Tengah mengevakuasi macan kumbang yang ditangkap warga Dukuh Ngasinan, Bawang, ke Dolphin Center Kabupaten Batang untuk perawatan.
  • Satwa berusia sekitar 10 tahun dengan bobot 25 kilogram itu pincang, mengalami luka terbuka di kaki, dan kondisinya agak kurus.
  • BKSDA menyebut macan kumbang berhabitat di Gunung Prau; kemunculannya di Bawang kerap terekam kamera trap dan terkadang memangsa ternak atau mendekati permukiman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
12 Agustus 2026

Warga Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang menangkap macan kumbang yang beberapa kali memangsa ternak.

13 Agustus 2026

BKSDA Jawa Tengah mengevakuasi macan kumbang ke Dolphin Center Kabupaten Batang untuk perawatan luka terbuka pada kakinya. Satwa tersebut juga diobservasi karena kondisinya kurus dan pincang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BKSDA Jawa Tengah mengevakuasi seekor macan kumbang yang ditangkap warga setelah beberapa kali memangsa ternak. Satwa itu menjalani perawatan dan observasi luka kaki di Dolphin Center.
  • Who?
    Macan kumbang berusia sekitar 10 tahun dengan bobot diperkirakan 25 kilogram ditangani BKSDA Jawa Tengah dan tim kesehatan Dolphin Center. Warga Dukuh Ngasinan sebelumnya menangkap satwa tersebut.
  • Where?
    Macan kumbang ditemukan di Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, lalu dievakuasi ke Dolphin Center di Kabupaten Batang.
  • When?
    Warga menangkap macan kumbang pada Rabu pagi, 12 Agustus 2026. BKSDA Jawa Tengah menyampaikan keterangan mengenai evakuasi dan perawatannya pada Kamis, 13 Agustus 2026.
  • Why?
    Evakuasi dilakukan karena macan kumbang pincang, memiliki luka terbuka pada kaki, dan kondisinya agak kurus. Luka tersebut menyulitkan satwa mencari pakan di alam bebas.
  • How?
    BKSDA membawa satwa ke Dolphin Center untuk penanganan medis dan observasi luka kaki. Proses penyembuhan diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama, sementara kondisi kurusnya memerlukan penanganan khusus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Macan kumbang di Bawang ditangkap warga karena beberapa kali makan ternak. Kakinya terluka dan ia jadi pincang serta kurus. Petugas BKSDA membawanya ke Dolphin Center di Batang. Sekarang dokter satwa merawat kakinya dan memberi penanganan khusus supaya macan kumbang itu bisa sehat lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Evakuasi macan kumbang ke Dolphin Center menunjukkan adanya penanganan terarah bagi satwa yang ditemukan dalam kondisi terluka dan kurus. Perawatan serta observasi oleh tim kesehatan memberi ruang bagi pemulihan kondisinya, sementara keterlibatan BKSDA dan warga membantu merespons kemunculan satwa di sekitar permukiman secara lebih aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah memastikan telah mengevakuasi macan kumbang yang ditemukan warga Dukuh Ngasinan Desa Gunungsari Kecamatan Bawang ke tempat perawatan satwa di Dolphin Center Kabupaten Batang. Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dukuh Ngasinan berhasil menangkap macan kumbang yang beberapa kali memangsa ternak pada Rabu pagi (12/8/2026). 

Kepala BKSDA Jateng Dyah Sulistyari mengatakan proses perawatan di Dolphin Center dikerjakan untuk mengobati luka pada kaki satwa tersebut yang terluka. 

"Karena pada saat ditemukan, kondisinya pincang, ada luka terbuka pada kakinya. Yang akhirnya menyulitkan dia mencari pakan di alam bebas," kata Dyah, Kamis (13/8/2026). 

Ia menuturkan proses penyembuhan terhadap luka di kaki macan kumbang membutuhkan waktu cukup lama. 

Ia mengaku macan kumbang memang memiliki habitat di kawasan Gunung Prau yang dekat dengan lokasi penemuan warga Dukuh Ngasinan. 

Lebih lanjut lagi, macan kumbang yang dievakuasi dari Dukuh Ngasinan Desa Gunungsari Kecamatan Bawang berusia 10 tahun dengan bobot diperkirakan 25 kilogram. "Luka di kakinya perlu diobservasi tim kesehatan Dolphin Center," tambahnya. 

Koordinator Polhut BKSDA Jateng, Heru Sunarko mengatakan saat ditemukan, macan kumbang tersebut keadannya agak kurus. Sebab ada kemungkinan satwa bernama latin panthera tigris tersebut kekurangan sumber pakan selama kemarau panjang di kawasan hutan Gunung Prau. 

"Karena kondisinya kurus, makanya juga diperlukan penanganan khusus oleh petugas medis," ungkapnya. 

Berdasarkan pengamatan melalui kamera trap, katanya macan kumbang kerap muncul di Kecamatan Bawang dengan jumlah bervariasi. Kemunculan macan kumbang biasanya juga dibarengi dengan memangsa hewan ternak atau sekedar mendekat ke pemukiman warga. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article