Mahasiswa Asing di Semarang Kumpul di Undip, Saling Kenalkan Budaya

Semarang, IDN Times - Para mahasiswa internasional atau berkewarganegaraan asing yang berada di perguruan tinggi di Kota Semarang berkumpul di kampus Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang, Jumat (22/11/2024). Mereka meramaikan kegiatan Diponegoro International Youth Festival (DIYF) yang kembali diselenggarakan setelah lima tahun vakum.
1. Diikuti 71 mahasiswa internasional

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Undip–yang sekarang menjadi sub bagian konektivitas dan kemitraan global, Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global–di bawah Wakil Rektor IV itu mengusung tema “World on a plate, Culture on a stage”.
Sebanyak 71 mahasiswa internasional dari Undip dan universitas lainnya yang ada di Kota Semarang seperti UNS, Udinus, USM, Unimus, Unnes, dan UPGRIS. Peserta berasal dari berbagai negara seperti Belanda, Thailand, Malaysia, Jerman, Afghanistan, Botswana, China, Ghana, Madagaskar, Nigeria, Pakistan. Kemudian, Sierra Leone, Uzbekistan, Tajikistan, Papua New Guinea, India, Timor Leste, Yaman, Kiribati, Kenya, Solomon Island, Amerika Serikat dan Polandia.
Ada tiga rangkaian diantaranya seperti Culinary Festival, Gala Dinner, dan Cultural Night. Pada Culinary Festival, mahasiswa internasional memperkenalkan makanan khas dari negara asal mereka, yang dihadiri oleh banyak pengunjung lokal. Peserta dapat mencicipi makanan dari berbagai negara sambil memahami cerita di balik hidangan tersebut, misalnya yang menjadi favorit pengunjung makanan khas Pakistan Briani, Plov dari Tajikistan dan cookies stroopkoeken dari Belanda.
Kemudian, pada puncak acara Cultural Night di Gedung Art Center Undip, menghadirkan pertunjukan seni budaya Indonesia yang dibawakan mahasiswa internasional dan lokal. Cultural Night ini mempersembahkan bermacam pertunjukan seni dari berbagai daerah di Indonesia. Uniknya, mahasiswa internasional turut meramaikan acara dengan menjadi performer.
2. Mahasiswa asing tampilkan tarian daerah Indonesia

Acara dibuka oleh penampilan dari Diponegoro Orchestra yang mengiringi nyanyian yang dibawakan Lalaina dari Madagaskar. Ia memukau penonton dengan menyanyikan lagu “Pergilah Kasih” karya Chrisye dengan sangat fasih sambil diisi dengan fashion show oleh mahasiswa internasional.
Pengunjung juga kagum dengan penampilan mahasiswa asing yang menarikan tari daerah seperti Janne, mahasiswa Jerman menarikan Tor Tor bersama UKMF FEB. Ada juga mahasiswa Polandia bernama Michalina yang menarikan Tari Kuntulan, Tari Gugur Gunung bersama mahasiswa FIB UNDIP. Mahasiswa internasional juga dikenalkan dengan Tari Saman yang dibawakan mahasiswa Undip dari UKM Saman FIB dan Kesenian Gambang Semarang FIB.
Pertunjukan ditutup dengan nyanyian indah dari paduan suara mahasiswa Fakultas Hukum Undip, yang telah memenangkan berbagai kompetisi tingkat nasional dan internasional.
Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto Ph.D menyampaikan, pihaknya mengajak mahasiswa sebagai generasi muda terus menggelorakan semangat Diponegoro yang pemberani. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi global untuk menghadapi tantangan zaman.
3. Perkuat internasionalisasi dan promosikan keberagaman

“This event is a melting pot of ideas. Your dreams have the power to change the future (Acara ini merupakan tempat untuk mengumpulkan ide-ide. Mimpi kalian memiliki kekuatan untuk mengubah masa depan),” pesannya.
Sementara, Diponegoro International Youth Festival 2024 diharapkan dapat kembali hadir lebih meriah di tahun mendatang, memperkuat internasionalisasi dan mempromosikan keberagaman budaya. Kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen Undip dalam upaya mendorong Undip sebagai tempat belajar mahasiswa Asing untuk mendukung visi World Class University (WCU).
Sementara itu, Wakil Direktur Kemitraan dan Konektivitas Global, Pulung Widhi Hari Hananto mengapresiasi mahasiswa internasional yang antusias mengikuti DIYF 2024. Menurutnya, menghidupkan kembali DIYF sebagai acara tahunan merupakan langkah strategis untuk mendukung internasionalisasi Undip.
“Kita rayakan harmoni dalam keberagaman. Kegiatan ini menjadi upaya Undip dalam memajukan sektor kebudayaan lokal di samping kegiatan akademik,” ujarnya.

















