Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fahri Ditemukan Meninggal di Gunung Slamet, Digotong Ratusan Personel

Kota Semarang
Fahri Ditemukan Meninggal di Gunung Slamet, Digotong Ratusan Personel
Seorang personel SAR membawa tandu jenazah Fahri. (IDN Times/Dok Humas Basarnas Semarang)
  • Muhamad Fahri Maulana ditemukan meninggal di dasar kawah Gunung Slamet setelah jatuh saat berswafoto di bibir kawah yang pijakannya rapuh.
  • Tim SAR mengevakuasi jenazah dari kawah dalam waktu kurang dari satu jam karena kondisi masih terang, lalu membawanya ke Basecamp Permadi Guci.
  • Evakuasi melibatkan hampir 100 personel dari berbagai unsur SAR dan warga; jenazah tiba pukul 02.15 WIB untuk diperiksa sebelum diserahkan kepada keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Proses pencarian terhadap Muhamad Fahri Maulana di sekitar kawah Gunung Slamet, akhirnya membuahkan hasil. Fahri ditemukan oleh tim assesment sudah meninggal dunia. 

Basarnas Semarang memastikan jenazah Fahri bisa dievakuasi dengan mudah karena kondisi lokasi kejadian masih terang.

"Mengingat situasi masih cukup terang, tim segera melakukan evakuasi dan alhamdulillah tidak ada satu jam korban sudah berhasil dikeluarkan dari dasar kawah," kata Budiono, Kepala Basarnas Semarang, Rabu (19/8/2026).

Seperti diberitatan sebelumnya, Fahri jatuh ke kawah Gunung Slamet saat sedang selfie. Fahri awalnya mendaki gunung Slamet bersama tiga temannya. Mereka naik pada Senin (17/8/2026) malam dan mencapai puncak pada Selasa pagi. Setelah selesai muncak, mereka memutuskan turun. 

Namun Fahri yang asyik selfie di bibir kawah. jatuh karena pijakannya rapuh dan ambrol.

Budiono menyampaikan jenazah Fahri berhasil dibawa turun ke basecamp (BC) Permadi Guci. Jenazah remaja asal Sirampong Brebes ini tiba pada Rabu (19/8/26) dini hari pukul 02.15 WIB di BC Permadi. 

"Alhamdulillah seluruh evakuasi berjalan lancar, jenazah korban sudah tiba tadi di Basecamp Permadi pukul 02.15 dinihari dan selanjutnya akan dibawa ke Puskesmas Bumijawa Tegal untuk diperiksa lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga," jelasnya.

Proses evakuasi sendiri melibatkan hampir seratus personel yang terdiri dari berbagai unsur SAR baik dari Basarnas, Koramil, Polsek, Basecamp-basecamp Pendakian sekitar Gunung Slamet, maupun potensi SAR yang berada di area Tegal, Pemalang bahkan Pekalongan dan juga warga sekitar. 

"Kami ucapkan terima kasih banyak atas segala usaha dan kerjasama yang baik antar unsur dalam SAR gabungan dalam proses evakuasi ini, sehingga dalam waktu tak lama korban bisa dievakuasi dari kawah dan dibawa turun. Tetap waspada dan kami himbau kepada pendaki untuk dapat lebih berhati-hati lagi agar tidak terulang kejadian serupa," terangnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More