Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Banjir Bandang Kawasan Wisata Guci Efek Penebangan Hutan Gunung Slamet

Ilustrasi. Polisi berjalan melintasi lokasi pembalakan liar di hutan Pegunungan Seulawah, Pemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (26/9/2020). ANTARA FOTO/Ampelsa
Ilustrasi. Polisi berjalan melintasi lokasi pembalakan liar di hutan Pegunungan Seulawah, Pemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (26/9/2020). ANTARA FOTO/Ampelsa

Tegal, IDN Times - Aktivitas penebangan kayu di lereng Gunung Slamet diduga kuat yang menimbulkan kejadian banjir bandang di kawasan wisata pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal.

Dugaan tersebut menguat saat petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) melakukan pemetaan lahan dan ruang pasca terjadinya banjir di kawasan wisata Guci belum lama ini. 

"Ya ada pembalakan (hutan). Dan alih fungsi lahan yang berubah salah satunya memang yang mengakibatkan banjir yang kemarin terjadi di kawasan Guci. Karena di sana disinyalir adanya alih fungsi tata guna lahan di kawasan hutan pegunungan Slamet," kata Kepala Pusdataru Jawa Tengah, Henggar Budi Hanggoro kepada IDN Times, Rabu (7/1/2026). 

Ia menjelaskan pemanfaatan lahan perhutanan yang sudah beralih fungsi di kawasan wisata Guci saat ini sedang ditanggulangi. 

Namun pihaknya meminta kepada pihak-pihak untuk tidak saling menyalahkan karena sebaiknya melakukan dorongan bersama guna memperbaiki ekosistem kawasan hutan secara berkesinambungan. 

"Kami menyarankan tidak perlu saling menyalahkan karena yang penting tentunya memperbaiki tata guna lahan agar menjadi lebih baik lagi," ungkapnya. 

Selain di Guci, alih fungsi lahan hutan kini semakin masif terjadi di Jawa Tengah. Di beberapa tempat, katanya perubahan penggunaan lahan menyebabkan jumlah areal tutupan hutan menjadi berkurang. 

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Muhamad Masrofi mengemukakan pasca banjir bandang melanda pemandian air panas Guci, untuk saat ini lokasi pancuran 5 sudah kembali beroperasi. "Tapi kawasan pancuran 13 masih diperbaiki. Untuk titik lainnya juga beroperasi seperti biasa," paparnya. 

Ia mengaku perbaikan lokasi pancuran 13 Guci butuh waktu lama lantaran tingkat kerusakannya cukup parah. Oleh sebab itulah, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan perbaikan lokasi pancuran 13 bisa kelar. 

"Karena kerusakan pancuran 13 agak parah maka perlu waktu lebih panjang. Kita belum bisa memprediksi (selesainya) dengan tepat. Dengan kejadian kemarin, tentu wisata Guci akan dicek terus menerus diingatkan untuk naik ke pinggir sungai dan diminta waspada kalau terjadi hujan deras," tandasnya. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Tok! Perwal Kesehatan Semarang 2025 Terbit, Ini Syarat Gratis Berobat

08 Jan 2026, 15:15 WIBNews