Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebiasaan Geber Gas Pagi Ternyata Bikin Mesin Aus Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Kota Semarang
Kebiasaan Geber Gas Pagi Ternyata Bikin Mesin Aus Lebih Cepat, Ini Penjelasannya
Ilustrasi menarik gas motor (freepik.com/peoplecreations)
  • Menggeber gas saat mesin dingin dapat mempercepat keausan komponen hingga dua kali karena oli belum terdistribusi sempurna setelah kendaraan diam semalaman.
  • RPM yang melonjak ketika oli masih kental memicu gesekan langsung antarlogam pada silinder, ring piston, dan noken as, serta meningkatkan beban kerja mesin.
  • Panaskan mesin secara stasioner 30 detik hingga satu menit, tunggu RPM stabil atau indikator dingin mati, lalu berkendara perlahan pada jarak awal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Banyak pemilik kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, memiliki kebiasaan menggeber gas secara mendadak saat memanaskan mesin di pagi hari. Alasannya sepele, yaitu agar mesin cepat panas, suara mesin terdengar mantap, atau berasumsi oli dapat bersirkulasi lebih cepat ke seluruh komponen.

Namun, kebiasaan yang terlihat sepele ini rupanya menyimpan bahaya laten bagi daya tahan kendaraanmu. Para pakar otomotif dan teknisi mesin memperingatkan bahwa mengegas mesin dalam kondisi dingin dapat memicu keausan komponen hingga dua kali lebih cepat dibandingkan pemakaian normal.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Simak penjelasan teknis dan alasan ilmiahnya di bawah ini!

  1. 1. Pelumas Oli Belum Terdistribusi Sempurna (Efek Cold Start)

    ilustrasi mengganti oli motor
    ilustrasi mengganti oli motor (vecteezy.com/kasarp Techawongtham)

    Saat kendaraan diam didiamkan semalaman, gravitasi bumi menyebabkan hampir seluruh oli mesin turun dan mengendap di dalam bak penampungan oli (carter).

    Kondisi Komponen: Pada saat mesin baru dinyalakan di pagi hari (kondisi cold start), dinding silinder, piston, dan ruang bakar masih dalam kondisi terbilang kering atau hanya memiliki lapisan film oli yang sangat tipis.

    Proses Sirkulasi: Pompa oli membutuhkan waktu beberapa detik untuk menyedot pelumas dari bawah dan mendistribusikannya ke celah-celah mesin bagian atas secara merata.

    Menggeber gas saat oli belum sampai ke komponen atas memaksa gesekan ekstrem antarlogam tanpa pelumasan yang ideal.

  2. 2. Gesekan Langsung Logam dengan Logam (Metal-to-Metal Contact)

    Ilustrasi tarikan gas motor (freepik.com/freepik)
    Ilustrasi tarikan gas motor (freepik.com/freepik)

    Tekanan tinggi akibat putaran mesin (RPM) yang melonjak mendadak saat gas digeber akan menciptakan tingkat gesekan ekstrem.

    Komponen seperti dinding silinder, ring piston, dan camshaft (noken as) akan saling bergesekan secara langsung tanpa adanya lapisan pelindung (oil film) yang memadai.

    Gesekan langsung antarlogam ini mengikis permukaan komponen presisi mesin sedikit demi sedikit. Akibatnya, celah mesin menjadi longgar, timbul baret halus, dan menyebabkan penurunan kompresi dalam jangka panjang.

  3. 3. Viskositas Oli Masih Kental di Suhu Dingin

    Ilustrasi oli mesin
    Ilustrasi oli mesin (freepik.com/fabrikasimf)

    Oli mesin dirancang memiliki tingkat kekentalan (viskositas) yang berubah mengikuti suhu kerja mesin.

    Pada kondisi suhu dingin di pagi hari, oli berada pada titik paling kental. Viskositas yang kental ini membuat alirannya lambat saat melewati celah-celah mikro atau pendaran komponen mesin yang sempit.

    Menggeber gas memaksa komponen bergerak amat cepat saat pelumas yang lewat masih terlalu kental untuk bekerja secara optimal, sehingga memperbesar beban kerja dan risiko keausan mesin.

  4. 4. Perubahan Suhu Ekstrem dan Pemuaian Logam yang Tidak Merata

    Seorang perempuan berhijab mengenakan kebaya kuning mengganti oli gardan motor matic di bengkel dengan wadah penampung di bawahnya.
    Selain oli mesin, oli gardan juga ikut diganti (IDN Times/Fadhliansyah)

    Komponen dalam mesin terbuat dari berbagai jenis logam paduan yang berbeda (seperti aluminium dan baja) dengan laju pemuaian panas (thermal expansion) yang berbeda-beda pula.

    Menggeber gas menyebabkan kenaikan suhu mendadak secara lokal pada komponen tertentu seperti kepala silinder atau piston.

    Pemuaian panas yang melonjak drastis dan tidak merata ini berisiko membuat komponen mengalami stres termal, yang dalam jangka panjang bisa memicu retak rambut atau melengkungnya komponen presisi di dalam mesin.

  5. 5. Cara Memanaskan Mesin Pagi Hari yang Benar

    Screen Shot 2026-05-04 at 4.17.21 PM.png
    ilustrasi mesin motor (pexels/Phong Nguyen)

    Agar mesin kendaraan milikmu tetap awet dan tidak cepat mengalami turun mesin, terapkan cara pemanasan yang ideal berikut:

    Nyalakan Mesin dan Biarkan Idle (Stasioner): Cukup biarkan mesin menyala di putaran stasioner tanpa menekan atau memutar tuas gas sama sekali selama 30 detik hingga 1 menit.

    Perhatikan Indikator: Tunggu hingga putaran RPM mesin turun secara alami ke posisi stabil (biasanya dari 1.500 RPM turun ke kisaran 1.000 RPM) atau lampu indikator suhu dingin mati.

    Jalan Pelan-pelan: Kamu bisa langsung membawa kendaraan berjalan dengan kecepatan rendah dan konstan pada beberapa ratus meter pertama sampai suhu kerja ideal mesin tercapai.

    Merawat mesin kendaraan tidak melulu soal rutin ganti oli, tetapi juga mengubah kebiasaan kecil saat menyalakannya. Hentikan kebiasaan menggeber gas di pagi hari agar performa mesin tetap responsif, awet, dan bebas dari biaya servis besar!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More