Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Main ke Kota Kartini? Borong 7 Oleh-Oleh Khas Jepara Ini!

Main ke Kota Kartini? Borong 7 Oleh-Oleh Khas Jepara Ini!
ilustrasi Jepara (commons.wikimedia.org/Midori)
Intinya Sih
  • Jepara dikenal sebagai kota kelahiran R.A. Kartini dan pusat kerajinan ukir kayu jati yang mendunia, menawarkan berbagai produk seni bernilai tinggi.
  • Kain Tenun Troso menjadi kebanggaan lokal dengan motif khas dan sertifikat Indikasi Geografis yang menjamin keaslian serta melindungi perajin tradisionalnya.
  • Tujuh oleh-oleh khas seperti horog-horog, carang madu, sambal samtis, kerupuk tenggiri, hingga perhiasan monel mencerminkan kekayaan budaya dan kuliner Jepara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jepara identik dengan kerajinan ukiran kayu dan sosok pahlawan nasional R.A. Kartini. Di kota pesisir itu, sang pejuang kesetaraan dan pendidikan perempuan Indonesia dilahirkan.

Saat berkunjung ke kota Jepara, wisatawan disarankan membawa pulang berbagai buah tangan yang menarik. Terdapat beragam pilihan suvenir berupa kerajinan tangan hingga kuliner tradisional resep turun-temurun.

Berikut adalah tujuh rekomendasi oleh-oleh khas Jepara yang pantas dibawa pulang.

1. Kerajinan Patung dan Ukiran Kayu Jati

Karya seni ukir Jepara sudah terkenal hingga mancanegara karena keindahan dan kehalusan detailnya. Perajin umumnya memakai kayu jati sebagai bahan baku utama karena terbukti kuat untuk menghasilkan detail ukiran yang rumit. Produk yang dihasilkan sangat beragam, meliputi mebel, hiasan dinding, patung, hingga ornamen rumah tangga melalui teknik ukiran tinggi (relief) maupun ukiran rendah.

2. Kain Tenun Troso

Keterampilan menenun ini diwariskan secara turun-temurun sejak tahun 1935 di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan. Kain ini memadukan lima motif dasar, yaitu Kedawung, Ampel, Mbelik Boyolali, Sicengkir, dan Gapura Mantingan. Tenun Troso kini mengantongi Sertifikat Indikasi Geografis yang bertujuan menjamin keaslian produk, menjaga reputasi kualitas, mencegah penyalahgunaan nama, serta memberikan kepastian hukum bagi para perajin lokal.

3. Horog-Horog

Makanan pengganti beras pada masa pendudukan Jepang ini terbuat dari sari pati pohon aren. Proses pembuatannya cukup panjang; pati diendapkan, dikeringkan, disangrai, lalu dikukus hingga menjadi butiran kecil bertekstur kenyal. Horog-horog sangat pas disandingkan bersama pecel, soto, maupun bakso. Kuliner yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2025 ini kerap disajikan saat menyambut tamu penting di pendopo kabupaten.

4. Carang Madu

Camilan asal Welahan ini merupakan hasil akulturasi budaya Tiongkok yang biasanya disajikan saat perayaan Imlek. Carang madu terbuat dari adonan tepung beras dan santan yang dibentuk menyerupai sarang (carang), lalu diolesi gula (madu) pada bagian atasnya. Perpaduan rasa gurih dan manis menjadikan makanan renyah ini selalu diburu pembeli.

5. Sambal Samtis

Bagi pencinta sensasi pedas, sambal samtis adalah pilihan tepat. Bumbu ini berbahan dasar petis udang atau cumi-cumi yang dicampur kecap manis, bawang putih goreng, cabai rawit, dan gula merah. Cita rasanya merupakan perpaduan manis, gurih, dan pedas. Masyarakat lokal biasa menyajikannya sebagai saus cocolan, bumbu sayur rebus, atau sambal rujak.

6. Kerupuk Tenggiri

Sebagai daerah pesisir, olahan hasil laut Jepara berlimpah ruah. Sentra industri di Kelurahan Pengkol memproduksi kerupuk berbentuk lingkaran pipih berbahan dasar ikan tenggiri segar, tepung, dan racikan bumbu rahasia. Kerupuk bertekstur renyah dan gurih ini tersedia dalam bentuk mentah siap goreng maupun versi matang yang bisa langsung disantap.

7. Perhiasan Baja Putih (Monel)

Monel adalah logam sejenis besi yang sering disebut baja putih. Keistimewaan material ini terletak pada sifatnya yang antikarat, sehingga sangat aman dijadikan aksesori tubuh. Berbagai perhiasan seperti kalung, gelang, cincin, anting, ikat pinggang, hingga alat kerokan diproduksi langsung di Sentra Monel Desa Kriyan, Kalinyamatan (sekitar 18 kilometer arah selatan dari pusat kota Jepara).

Jelajah wisata di Jepara rasanya kurang lengkap tanpa membawa pulang bukti kekayaan budaya dan hasil buminya. Mulai dari karya seni kriya yang mendunia hingga sajian camilan bersejarah, seluruh produk lokal di atas sangat pantas masuk ke dalam daftar belanja wisatawan.

Bagikan daftar rekomendasi ini kepada keluarga atau kerabat yang sedang merencanakan liburan ke kota kelahiran R.A. Kartini!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More