Mangkunegara X Bicara AI dan Masa Depan Peran Mangkunegaran Solo

- Mangkunegara X menilai perkembangan AI yang sangat cepat membawa peluang sekaligus disrupsi besar bagi kehidupan manusia.
- Ia menekankan Mangkunegaran perlu menentukan posisi dan perannya di tengah perubahan teknologi, bukan hanya membahas efisiensi atau otomatisasi.
- Menurutnya, otomatisasi dapat memberi manusia waktu untuk mendalami identitas dan budaya; Mangkunegaran berpeluang mengisi peran tersebut bagi masyarakat luas.
Surakarta, IDN Times - Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara X menyampaikan pandangannya tentang perkembangan artificial intelligence (AI) yang semakin pesat. Menurutnya, teknologi AI akan membawa dampak besar terhadap kehidupan manusia, baik dalam bentuk peluang maupun disrupsi.
Ia menilai perkembangan AI dalam satu hingga dua tahun terakhir berlangsung sangat cepat. Karena itu, menurutnya, yang menjadi pertanyaan bukan lagi sekadar bagaimana menggunakan teknologi, tetapi bagaimana sebuah institusi menempatkan diri di tengah perubahan tersebut.
1. AI Membawa Dampak Besar

Suasana Pura Mangkunegaran, Solo. Pura Mengkunegaran dipilih sebagai lokasi acara Reuni Fortune 40 under 40 di Pura Mangkunegaran, Sabtu (5/9/2026)(IDN Times/Herka Yanis) Mangkunegara X melihat setiap teknologi selalu membawa konsekuensi. Hal yang sama berlaku untuk AI yang perkembangannya berlangsung sangat cepat.
“Iya. Setiap teknologi itu kan pasti kan apalagi teknologi yang perkembangannya secepat AI ini Mbak ya. Saya yakin setiap teknologi pasti punya dampak. Dampaknya juga kadang-kadang bisa sifatnya positif, bisa sifatnya juga disrupsi juga bagi kehidupan manusia pada umumnya,” jelasnya dalam wawancara bersama Pimred IDN Times Uni Lubis usai acara Reuni Fortune 40 under 40 di Pura Mangkunegaran, Sabtu (5/9/2026).
Ia menilai kecepatan perkembangan AI membuat perubahan yang terjadi dalam beberapa tahun ke depan berpotensi sangat besar.
“AI ya tentu pasti eh apa namanya kemungkinan ke arah sananya besar sekali karena mungkin satu dua tahun ini perkembangannya sangat-sangat ini ya cepat sekali ya,” sambungnya.
2. Mangkunegaran Harus Tentukan Peran

Mangkunegara X berbincang dengan Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis, Sabtu (5/9/2026). Bicara tentang AI dan masa depan peran Mangkunegaran Solo. (IDN Times/Herka Yanis) Bagi Mangkunegara X, perkembangan AI justru memunculkan pertanyaan penting bagi Mangkunegaran. Yakni, bagaimana institusi budaya tersebut mengambil posisi dan memainkan perannya di tengah perkembangan teknologi.
“Jadi, ya gimana ke depannya ini justru menurut saya pertanyaannya adalah untuk Mangkunegaran bagaimana dengan perkembangan teknologi ini Mangkunegaran akan memposisikan diri dan bermain perannya akan ada di mana. Nah, itu menurut saya yang menarik gitu ya,” jelasnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi tidak hanya berbicara mengenai efisiensi atau otomatisasi. Ada ruang baru bagi manusia untuk kembali memikirkan hal-hal yang lebih mendasar.
3. Teknologi Maju, Manusia Bisa Kembali ke Identitas

Potret para prajurit pengawal Pura Mangkunegaran Solo, Sabtu (5/9/2026). (IDN Times/Herka Yanis) Mangkunegara X melihat kemajuan teknologi dan semakin banyaknya pekerjaan yang dapat dilakukan secara otomatis berpotensi memberikan manusia lebih banyak waktu.
Waktu tersebut, menurutnya, justru dapat digunakan untuk kembali mengenali diri, identitas, hingga budaya.
“Mungkin saya melihatnya dengan teknologi semakin maju dan banyak hal-hal yang bisa lebih automated dan lebih cepat ke depannya mungkin manusia akan punya waktu untuk sedikit melambat dan kembali ke belajar tentang identitasnya, belajar tentang budayanya, mencari mungkin eh hal-hal terkait dengan eh dirinya sendiri. Mengexplore dirinya sendiri,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, Mangkunegara X melihat Mangkunegaran memiliki ruang untuk mengambil peran.
“Jadi, ya mungkin di situ adalah peran yang Mangkunegaran akan bisa isi ke depannya untuk eh masyarakat luas loh,” katanya.
Ia juga menyebut pengalaman berada di London selama menjalani studi memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung penerapan AI di berbagai institusi.
“LONDON adalah tempat yang tepat untuk belajar bagaimana penerapan AI di pemerintahan, institusi-institusi,” pungkasnya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu “bonus” selama menjalani pendidikan di Inggris, selain pembelajaran akademis yang diperoleh di LSE.
Wawancara lengkap KGPAA Mangkunegara X dan Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis dapat disaksikan di YouTube IDN Times di bawah ini





















