Seru! Pacuan Kuda Piala Raja Mangkunegaran dan Triple Crown Serie 2

- Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton jadi tuan rumah seri ketiga IHR 2026 dengan dua laga utama: Piala Raja Mangkunegaran perdana dan Triple Crown Serie 2, total hadiah Rp600 juta.
- Piala Raja Mangkunegaran digelar untuk menghidupkan tradisi berkuda sejak abad ke-19 sekaligus memperingati Adeging Mangkunegaran ke-269, dipromotori SARGA GROUP bersama PP PORDASI dan Mangkunegaran.
- Sistem handicap diterapkan agar kompetisi lebih adil, di mana kuda berprestasi mendapat beban tambahan sementara kuda penantang mendapat beban lebih ringan demi menjaga persaingan tetap seimbang.
Semarang, IDN Times – Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, menjadi pusat perhatian pecinta olahraga berkuda hari ini, Minggu (10/5/2026). Seri ketiga Indonesia’s Horse Racing (IHR) 2026 resmi digelar dengan menghadirkan dua laga paling bergengsi: Piala Raja Mangkunegaran perdana dan Triple Crown Serie 2.
Sebanyak 147 kuda tangguh dari 12 daerah di Indonesia siap beradu cepat untuk memperebutkan total hadiah fantastis senilai Rp600 juta.
1. Menghidupkan Kembali Tradisi Abad ke-19

Penyelenggaraan Piala Raja Mangkunegaran tahun ini bukan sekadar kompetisi, melainkan perayaan sejarah. K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X (Gusti Bhre) mengungkapkan bahwa tradisi berkuda di lingkungan Mangkunegaran sudah berakar sejak awal abad ke-19.
Piala ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Adeging Mangkunegaran ke-269. "Kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pacuan kuda adalah kekayaan tradisi dan budaya bangsa yang istimewa," ujar Gusti Bhre.
2. Duel Sengit di Kelas Utama dan Triple Crown

Dari 18 kelas yang dipertandingkan, ada dua kelas yang menjadi sorotan utama penonton hari ini:
• Kelas Terbuka Handicap 2.000 Meter: Perebutan perdana Piala Raja Mangkunegaran.
• Derby 3 Tahun 1.600 Meter: Leg kedua yang menentukan nasib perburuan gelar bergengsi Triple Crown Indonesia tahun ini.
Nugdha Achadie, Managing Director SARGA GROUP, menyebutkan bahwa Piala Raja Mangkunegaran merupakan seri pembuka dari King’s Cup Series yang bertujuan meningkatkan prestise pacuan kuda nasional.
“Sebagai promotor olahraga pacuan kuda pertama dan satu-satunya di Indonesia, dengan bangga kami mempersembahkan perebutan perdana Piala Raja Mangkunegaran. Piala ini merupakan seri pertama dari King’s Cup Series atau Seri Piala Raja dalam rangkaian IHR 2026, yang bertujuan untuk meningkatkan prestige pacuan kuda di Indonesia sebagai sebuah warisan tradisi dan budaya yang patut dilestarikan dan dikembangkan menjadi bagian dari kebanggaan nasional.” Piala Raja Mangkunegaran merupakan kolaborasi antara SARGA.CO, PP PORDASI, dan Mangkunegaran yang memiliki tradisi kuat dalam budaya berkuda.
3. Sistem Handicap: Peluang Sama bagi Kuda Penantang

Ada yang menarik dalam regulasi balapan kali ini. Ketua Komisi Pacu PP PORDASI, Munawir, menjelaskan penggunaan sistem handicap.
Kuda-kuda dibagi menjadi kelompok top weight dan bottom weight. Kuda dengan prestasi tinggi akan diberikan beban tambahan pada pelana, sementara kuda penantang mendapatkan beban lebih ringan. Strategi ini diterapkan agar persaingan tetap kompetitif dan memberikan peluang menang yang adil bagi semua peserta.
“Sistem handicap ini kami perkenalkan untuk memberikan peluang yang sama bagi semua kuda yang bertanding, baik bagi kuda langganan juara maupun kuda-kuda penantang,” jelasnya.


















