Surakarta, IDN Times – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Solo dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha. Meski hingga kini gangguan listrik masih berlangsung dalam durasi relatif singkat, para pengusaha khawatir kondisi tersebut dapat berdampak lebih besar jika terus berlanjut tanpa informasi yang jelas dari PLN.
Pemadaman di Solo: Usaha Terhenti, Warga Cemas Gak Ada Info dari PLN Surakarta

- Pemadaman listrik bergilir di Solo bikin pelaku usaha, terutama frozen food dan kafe, khawatir karena gangguan berulang tanpa pemberitahuan jelas dari PLN.
- Pengusaha mengeluhkan kerugian operasional akibat padam mendadak dan berharap PLN segera memperbaiki layanan agar aktivitas ekonomi kembali normal.
- Wali Kota Surakarta Respati Ardi sudah menghubungi pimpinan PLN, meminta percepatan penanganan gangguan teknis serta mengimbau warga tetap waspada saat pemadaman terjadi.
Salah satu kekhawatiran datang dari pelaku usaha frozen food yang mengandalkan freezer untuk menjaga kualitas produk. Sementara pelaku usaha kafe mengaku aktivitas bisnis mereka juga ikut terganggu akibat pemadaman yang terjadi berulang.
1. Frozen food masih aman, tapi tetap waswas

Salah satu pelaku usaha frozen food (makanan beku), Syafi khawatir dengan seringnya pemadaman bergilir. Kendati pemadaman listrik yang berlangsung sekitar dua jam sejauh ini belum menyebabkan kerusakan produk, dan suhu dingin di dalam freezer masih mampu bertahan selama listrik padam, ia mengaku tetap waswas kalau sering terjadi bisa menimbulkan kerusakan pada dagangannya.
“Iya padam dua jam, jadi ya freezer-nya mati. Kalau itu aman. Soalnya kan baru dua jam, masih di freezer. Kalau masih ada es batunya aman, masih dingin,” ujar, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, tempat usahanya belum memiliki generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan. Selama ini, pemadaman yang terjadi masih dianggap sebagai gangguan sementara sehingga belum ada kebutuhan mendesak untuk menyediakan genset.
Saat listrik padam, aktivitas untuk penerangan di toko tetap berjalan dengan bantuan senter. Sedangkan untuk pengunaan lilin sengaja dihindari karena dinilai berisiko, mengingat banyaknya peralatan elektronik dan freezer yang beroperasi di lokasi usaha.
“Kalau di sini belum pakai genset. Kalau lama ya nanti nunggu bosnya dulu. Enggak berani pakai lilin, soalnya banyak freezer,” jelasnya.
2. Pengusaha kafe keluhkan tidak ada pemberitahuan

Keluhan serupa juga disampaikan pelaku usaha kafe di Solo. Ia mengaku sempat mengalami pemadaman listrik sebanyak dua kali dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, pemadaman mendadak cukup mengganggu operasional usaha dan berpotensi menimbulkan kerugian. Terlebih, pelaku usaha tidak mendapatkan informasi lebih awal sehingga tidak memiliki waktu untuk melakukan persiapan.
“Sempat terjadi pemadaman dua kali, kalau di cafe saja mungkin mengganggu dan rugi,” jelasnya.
Ia menilai banyak pelaku usaha lain yang juga merasakan dampak serupa akibat minimnya pemberitahuan dari pihak PLN.
“Namun banyak juga keluhan dari teman-teman lain yang tidak adanya pemberitahuan sebelumnya dari PLN, jadi gak bisa ada persiapan dan merugikan akhirnya,” imbuhnya.
Para pelaku usaha berharap PLN segera menyelesaikan persoalan tersebut agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.
3. Respati hubungi PLN

Menanggapi banyaknya keluhan warga, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mengaku telah menghubungi langsung pimpinan PLN. Ia meminta agar gangguan kelistrikan yang terjadi segera ditangani dan tidak berlarut-larut.
Respati mengatakan, pemadaman listrik tidak hanya berdampak pada dunia usaha, tetapi juga mengganggu aktivitas belajar anak-anak, kegiatan ibadah, hingga berbagai aktivitas masyarakat lainnya.
“Saya kemarin sudah menelepon langsung pimpinan PLN. Saya prihatin dengan kondisi ini. Jangan sampai pemadaman listrik mengganggu usaha warga, anak-anak belajar, beribadah, maupun menjalankan aktivitas lainnya,” kata Respati.
Berdasarkan informasi yang diterimanya PLN Solo, gangguan listrik dipicu adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan kapasitas pasokan listrik menurun. Untuk menjaga kestabilan sistem, PLN melakukan manajemen beban terbatas di sejumlah wilayah terdampak sambil mempercepat proses pemulihan pembangkit.
“Saat ini memang ada kendala teknis di PLN. Kita berharap kondisi ini bisa segera normal sehingga pelayanan kelistrikan kepada masyarakat dapat kembali optimal,” ujar Respati.
Ia menegaskan, Pemkot Solo akan terus berkoordinasi dengan PLN hingga kondisi kembali normal.
“Intinya sudah saya sampaikan kepada PLN agar persoalan ini cepat selesai. Jangan sampai mengganggu jalannya aktivitas warga,” tegasnya.
Selain meminta percepatan penanganan, Respati juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat pemadaman terjadi, terutama pada malam hari. Ia meminta warga, termasuk Linmas, ikut menjaga keamanan lingkungan serta lebih berhati-hati di jalan karena lampu penerangan maupun traffic light berpotensi tidak berfungsi saat listrik padam.
“Yang penting bagi kita adalah tetap waspada. Ketika kondisi gelap, berbagai hal bisa terjadi. Karena itu, sistem penjagaan lingkungan dan semangat untuk saling menjaga menjadi penting,” katanya.



















